Konten dari Pengguna

Pengertian Sejarah Menurut Sartono Kartodirdjo: Objektif dan Subjektif

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengertian Sejarah Menurut Sartono Kartodirdjo   Foto:Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengertian Sejarah Menurut Sartono Kartodirdjo Foto:Unsplash

Sejarah dapat diartikan berbeda-beda oleh para sejarawan. Pengertian sejarah menurut Sartono Kartodirdjo dapat dibedakan menjadi objektif dan subjektif. Simak ulasannya melalui tulisan berikut ini.

Prof. Dr. Aloysius Sartono Kartodirdjo merupakan sejarawan besar Indonesia yang juga seorang tenaga pendidik. Semasa hidupnya, beliau menjadi dosen di UGM dan dinobatkan sebagai Guru Besar UGM. Sartono Kartodirdjo adalah pelopor dalam penulisan sejarah dengan sudut pandang Indonesia.

Pengertian Sejarah Menurut Sartono Kartodirdjo

Pengertian Sejarah Menurut Sartono Kartodirdjo Foto:Unsplash

Sejarah memiliki aspek yang sangat luas sehingga memiliki banyak perspektif dari sudut pandang pemerhatinya. Tidak mengherankan jika pengertian sejarah dapat diartikan berbeda oleh para sejarawan. Bahkan pengertian sejarah menurut Sartono Kartodirdjo dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu dalam arti objektif dan subjektif.

Sejarah berasal dari kata dalam bahasa Arab, yaitu syajaratun yang artinya pohon kehidupan. Sejarah memiliki aspek, unsur-unsur, serta banyak pengertian yang berbeda-beda dari para sejarawan.Termasuk pengertian sejarah menurut Sartono Kartodirdjo yang akan dibahas dalam tulisan ini.

Penjelasan mengenai aspek dalam sejarah disebutkan dalam buku Sejarah: Untuk Kelas 1 SMA yang disusun oleh M. Habib Mustopo (2005:4). Diambil dari buku tersebut, sejarah dapat dipahami dari dua aspek, yaitu;

  1. Sejarah sebagai realitas atau peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau.

  2. Sejarah sebagai kisah dari peristiwa masa lampau yang dihadirkan kembali sebagai data sejarah.

Pengertian Sejarah Menurut Sartono Kartodirdjo Foto:Unsplash

Hal tersebut sejalan dengan pengertian sejarah menurut Sartono Kartodirdjo yang dapat dibagi dua, yaitu;

  1. Sejarah dalam arti objektif merupakan peristiwa atau kejadian yang tidak dapat terulang kembali.

  2. Sejarah dalam arti subjektif adalah suatu kontruksi (bangunan) yang disusun oleh penulis sebagai satu uraian kisah dari rangkaian-rangkaian fakta yang berkaitan.

Namun tidak semua peristiwa yang terjadi di masa lampau digolongkan dalam peristiwa sejarah. Peristiwa yang dapat disebut sebagai sejarah harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut,

  1. Peristiwa tersebut unik, sebab hanya satu kali terjadi dan tidak bisa diulang dari sisi pelaku, waktu, dan tempat.

  2. Peristiwa tersebut memiliki pengaruh besar di masa terjadinya, dan pada masa mendatang. Contohnya peristiwa Sumpah Pemuda, dan Proklamasi Kemerdekaan.

Berdasarkan sejarah dalam arti objektif dan subjektif, maka pengertian sejarah menurut Sartono Kartodirdjo adalah berbagai penggambaran pengalaman kolektif di masa lampau. Setiap kisahnya dapat dilihat sebagai suatu aktualisasi atau pementasan pengalaman di masa lampau.(DK)