Pengertian serta Perbedaan Hiposentrum dan Episentrum

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gempa bumi cukup sering terjadi di Indonesia. Terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan gempa bumi, antara lain adalah hiposentrum dan episentrum. Jelaskan perbedaan hiposentrum dan episentrum!
Karena Indonesia terletak di jalur pertemuan beberapa lempeng tektonik, maka gempa sering terjadi. Istilah hiposentrum dan episentrum kerap muncul dalam pemberitaan. Sayangnya, masyarakat banyak yang belum bisa membedakan keduanya.
Jelaskan Perbedaan Hiposentrum dan Episentrum!
Utoyo dalam Geografi: Membuka Cakrawala Dunia untuk Kelas X SMA/MA (2006:56-57) menjelaskan bahwa pengertian gempa adalah bergetarnya lapisan litosfer dan permukaan bumi karena beberapa sebab tertentu. Kekuatan getaran gempa diukur dengan alat yang bernama seismometer atau seismograf.
Penggolongan gempa bumi dapat didasarkan pada karakteristik hiposentrum dan episentrumnya. Apa perbedaan hiposentrum dan episentrum? Hiposentrum (pusat gempa) merupakan titik atau garis dalam litosfer yang menjadi tempat terjadinya gempa.
Sedangkan, episentrum merupakan titik atau garis di permukaan Bumi sebagai tempat gelombang gempa dirambatkan ke wilayah di sekitarnya. Episentrum terletak tegak lurus terhadap hiposentrum.
Dilihat dari kedalaman hiposentrumnya, terdapat tiga jenis gempa, yaitu:
Gempa dalam: jarak hiposentrumnya sekitar 300-700 km dari permukaan Bumi.
Gempa pertengahan: jarak hiposentrumnya sekitar 100-300 km dari permukaan Bumi.
Gempa dangkal: jarak hiposentrumnya kurang dari 100 km dari permukaan Bumi.
Adapun dari letak episentrumnya, gempa dibagi menjadi dua jenis yaitu gempa yang episentrumnya berada di darat dan di dasar laut. Gempa yang terjadi di dasar laut terkadang bisa menyebabkan gelombang pasang secara tiba-tiba yang disebut sebagai tsunami.
Dari pengertian tersebut, bisa disimpulkan bahwa perbedaan hiposentrum dan episentrum terletak pada titik pusat gempanya. Hiposentrum di dalam Bumi dan episentrum di permukaan Bumi.
Jenis Gempa dari Faktor Penyebabnya
Berdasarkan faktor penyebabnya, gempa dibagi menjadi tiga jenis sebagai berikut:
1. Gempa tektonik
Gempa tektonik adalah getaran gempa yang disebabkan oleh proses tektonik baik lipatan atau patahan muka Bumi yang mengakibatkan pergeseran (dislokasi) lapisan-lapisan batuan yang membentuk litosfer. Pusat gempa ini tersebar di sepanjang zona penyusupan (subduksi) lempeng samudra ke bawah lempeng benua.
2. Gempa vulkanik
Gempa vulkanik adalah getaran gempa yang mengiringi aktivitas gunung api sebelum dan pada saat terjadi erupsi.
Baca juga: Apa Bedanya Gempa Vulkanik dan Gempa Tektonik? Ini Penjelasannya
3. Gempa terban (runtuhan)
Gempa terban (runtuhan) adalah gempa yang terjadi karena runtuhnya massa batuan mengisi ruang kosong dalam litosfer.
Sekian jawaban dari soal: “Jelaskan perbedaan hiposentrum dan episentrum!”. Semoga bisa menambah wawasan. (KRIS)
