Pengertian Shodaqoh Jariyah dan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sedekah merupakan ibadah yang bisa kita lakukan kapan pun dan di mana pun kita berada, misalnya ada orang yang sedang membutuhkan di jalan kita bisa membantunya dengan bershodaqoh. Amal jariyah shodaqoh akan terus mengalir walau pun kita sudah wafat. Berikut ini adalah penjelasan mengenai shodaqoh jariyah dan contohnya.
Pengertian Shodaqoh Jariyah
Dikutip dari buku Hidup Berkah dengan Sedekah, Masykur Arif, (2018: 114), pengertian shodaqoh jariyah adalah sedekah yang pahalanya terus mengalir. Semua shodaqoh atau sedekah adalah shodaqoh jariyah, tidak ada perbedaannya. Dan tidak ada perbedaan juga untuk pahalanya, yang tidak akan terputus selamanya.
Seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadis Rasulullah SAW pernah bersabda “Apabila anak Adam wafat, putuslah amalnya, kecuali tiga hal yaitu shodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Contoh Shodaqoh Jariyah
Banyak contoh shodaqoh jariyah yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal untuk kehidupan di akhirat. Berikut adalah contohnya :
Menyumbang untuk pembangunan tempat ibadah, seperti masjid dan mushola termasuk amal jariyah atau shodaqoh jariyah. Selama masjid yang didirikan lewat sumbangan itu tetap dipakai, maka orang-orang yang menyumbang pada masjid itu akan terus mendapatkan pahala meskipun orang yang menyumbang sudah meninggal.
Menyumbang untuk pembangunan tempat-tempat yang bermanfaat bagi orang lain, seperti tempat anak yatim, membangunkan rumah orang-orang yang miskin, tempat pendidikan, dan lain sebagainya termasuk shodaqoh jariyah. Meskipun orang-orang yang menyumbang sudah meninggal, tetap akan mendapatkan pahala selama bangunan masih berguna bagi yang membutuhkan.
Memperbaiki jalan yang rusak, membersihkan jalan yang kotor, memperbaiki jembatan yang rusak, dan seterusnya sehingga membuat orang-orang yang lewat jalan tersebut nyaman dan aman termasuk shodaqoh jariyah.
Demikian pembahasan mengenai shodaqoh jariyah yang amalnya tidak akan terputus selama apa yang kita keluarkan masih bisa dimanfaatkan. (WWN)
