Konten dari Pengguna

Pengertian Sifat Allah Qiyamuhu Binafsihi dan Maknanya bagi umat Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi masjid sebagai rumah Allah. https://www.freepik.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi masjid sebagai rumah Allah. https://www.freepik.com/

Allah adalah dzat yang menciptakan alam semesta dan seisinya. Salah satu tanda kekuasaan Allah adalah memiliki sifat-sifat yang hanya dimiliki-Nya dan tidak mungkin dimiliki ciptaan-Nya. Sebagai umat muslim, harus memahami sifat-sifat wajib yang dimiliki Allah sebagai tanda kebesaran dan keagunangan-Nya, serta sebagai pembelajaran bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dihadapan Allah.

Mengutip buku berjudul Rukun Iman karangan Hudarrohman (2012: 6) sifat wajib Allah SWT adalah sifat kesempurnaan yang mutlak dan hanya dimiliki pada dzat yang maha kuasa dan maha tinggi semata.

Salah satu sifat wajib yang Allah miliki adalah qiyamuhu binafsihi. Lantas apa itu qiyamuhu binafsihi dan makna yang terkandung di dalamnya bagi umat muslim? Berikut penjelasannya.

Pengertian dan Makna Sifat Allah Qiyamuhu Binafsihi

Adapun pengertian dan makna qiyamuhu binafsihi yang dikutip dari buku berjudul Pintar Ibadah karangan Ust. H. Fatkhur Rahman (2020: 18). Qiyamuhu binafsihi memiliki arti berdiri sendiri. Allah berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 2 yang artinya,

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup (berdiri sendiri) kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.”

Selain itu dijelaskan dalam Surat Al Ankabut ayat 6 yang artinya,

“Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”

Allah adalah dzat yang berdiri sendiri yang mustahil membutuhkan ciptaan-Nya. Allah berfirman dalam Surat Al-Isra ayat 111 yang artinya

“Dan katakanlah: ‘Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.’”

Ilustrasi laki-laki yang meminta bantuan kepada Allah SWT. https://www.freepik.com/

Bukan Allah yang membutuhkan yang lain, tetapi makhluk-makhluk ciptaan-Nya yang membutuhkan Allah, salah satunya manusia. Manusia adalah makhluk yang lemah jika tidak mendapat bantuan dari Allah. Selain itu jika Allah tidak disembah, tidak akan mengurangi keagunan-Nya. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Wahai hamba-Ku, kalau orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu bertaqwa seperti orang yang paling bertaqwa di antara kalian, tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikitpun. Wahai para hamba-Ku, jika orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu berhati jahat seperti orang yang paling jahat di antara kalian, tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku sedikitpun juga". (HR. Muslim no.2577)

Mengetahui sifat wajib Allah qiyamuhu binafsihi dapat dijadikan pembelajaran bahwa Allah maha agung yang tidak membutuhkan siapapun dan manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan dari Allah. (MZM)