Konten dari Pengguna

Pengertian Sikap Waspada dalam Islam dan Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sikap Waspada Adalah Hikmah Beriman Kepada, Foto: Unsplash/Sumetha Suebchat.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sikap Waspada Adalah Hikmah Beriman Kepada, Foto: Unsplash/Sumetha Suebchat.

Waspada adalah salah satu sikap yang dianjurkan dalam agama Islam. Sikap waspada adalah hikmah beriman kepada qada dan qadar. Sikap inipun memberikan hikmah yang besar bagi setiap umat muslim.

Sikap waspada mengingatkan akan kehadiran Allah Swt. dalam setiap kehidupan yang dilakukan manusia. Sikap ini ini juga menjadi pengingat bahwa Allah Swt. adalah Maha Mengetahui dan Maha Melihat segala sesuatu.

Pengertian Sikap Waspada dalam Islam

Ilustrasi Sikap Waspada Adalah Hikmah Beriman Kepada, Foto: Unsplash/Tamer ALKIS.

Dalam agama Islam, seluruh umat muslim diajarkan mengenai berbagai macam sikap. Salah satunya sikap waspada. Waspada sendiri berarti perhatian atau berhati-hati terhadap apa yang dikerjakan.

Dengan memiliki sikap waspada ini dapat membantu dalam menghindari perbuatan yang melanggar agama dan menjaga diri dari godaan setan. Selain itu, sikap waspada adalah hikmah beriman kepada qada dan qadar.

Dikutip dari buku Zadul Ma'ad: Panduan Lengkap Meraih Kebahagiaan Dunia Akhirat karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah (2008: 72), qada dan qadar adalah rukum iman yang mengacu pada ketentuan dan takdir Allah terhadap segala hal di dunia ini.

Dengan adanya sikap waspada yang kuat dapat menunjukkan bahwa seseorang memiliki keyakinan yang kokoh terhadap qada dan qadar.

Contoh Sikap Penerimaan terhadap Qada dan Qadar

Ilustrasi Sikap Waspada Adalah Hikmah Beriman Kepada, Foto: Unsplash/Tamara Andreeva.

Selain diyakini dengan bersikap waspada, adanya qada dan qadar patut diterima oleh umat muslim dengan sebaik mungkin. Berikut contoh sikapnya.

1. Tawakkal (Bertawakal kepada Allah)

Walaupun beriman kepada qada dan qadar, Islam juga mengajarkan agar manusia bertawakal kepada Allah.

Sikap waspada tidak bertentangan dengan tawakkal. Sebaliknya, hal tersebut dapat dilihat sebagai bentuk usaha manusia yang didasari kepercayaan bahwa Allah lah yang mengatur segala sesuatu.

2. Penerimaan dan Ketenangan

Beriman kepada qada dan qadar membantu seseorang untuk menerima segala kejadian dengan lapang dada.

Sikap waspada dalam konteks ini dapat memberikan ketenangan pikiran, karena individu tahu bahwa semua yang terjadi adalah bagian dari rencana Allah yang lebih besar.

3. Hikmah di Balik Ujian

Qada dan qadar seringkali membawa ujian dan cobaan dalam kehidupan. Sikap waspada membantu individu untuk mencari hikmah di balik setiap ujian, mencari pembelajaran dan pertumbuhan pribadi dari pengalaman tersebut.

Baca Juga: Pengertian Iman kepada Qada dan Qadar serta Cara Menerapkannya

Jadi dapat disimpulkan bahwa sikap waspada merupakan manifestasi dari hikmah karena beriman kepada qada dan qadar dengan menjalani kehidupan yang penuh kehati-hatian. (Umi)