Konten dari Pengguna

Pengertian Sistem Pembibitan Tanaman untuk Petani

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Jelskan Sistem Pembibitan Tanaman. Sumber: Foto Unsplash/Francesco Gallarotti
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jelskan Sistem Pembibitan Tanaman. Sumber: Foto Unsplash/Francesco Gallarotti

Jelaskan sistem pembibitan tanaman! Pembibitan merupakan proses memperoleh anakan baru dari induk tanaman. Caranya dari menanamkan bibit hingga menjadi bentuk tunas, kemudian dipindahkan ke tempat yang lebih baik untuk menyesuaikan diri

Pembibitan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Dengan pembibitan yang baik, tanaman juga akan tumbuh dengan baik juga. Jadi, sangat penting untuk menentukan sistem pembibitan yang sesuai.

Pengertian Sistem Pembibitan Tanaman

Ilustrasi Jelskan Sistem Pembibitan Tanaman. Sumber: Foto Unsplash/Jodie Righos

Jelaskan sistem pembibitan tanaman! Pengertian sistem pembibitan tanaman adalah cara yang digunakan untuk menghasilkan bahan tanam yang berkualitas.

Berdasarkan buku Panduan Prakti Budidaya Tembakau Besuki Na-Oogst, Josi Ali Arifandi, dkk., (2018:30), terdapat beberapa macam sistem pembibitan tanaman, mulai dari sistem pembibitan tradisional, sistem pembibitan polibag, dan sistem pembibitan pottary. Berikut penjelasannya.

1. Sistem Pembibitan Tradisional

Sistem pembibitan tradisional disebut juga dengan bedengan cabut. Sistem ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bedengan sangat sederhana dan bedengan tradisional.

Bedengan sangat sederhana berukuran 4 m x 80 cm dengan tanah yang dikelola secara sederhana. Atap bedengan biasanya terbuat dari plastik putih tembus cahaya untuk menghindari dari kerusakan kerana hujan. Perlakuan perairan dilakukan dengan leb atau torapan.

Sedangkan bedengan tradisional, ukuran bedengan berkisar 100 cm x 800 cs atau 100 cm x 400 cm dengan tinggi bedengan 25 cm sampai 35 cm. Pengolahan dilakukan dengan gebruk silak dan permukaan diperhalus dengan ketebalan sekitar 10 cm.

2. Sistem Pembibitan Polibag

Sistem pembibitan polibag adalah pembibitan yang media tumbuhnya menggunakan polibag yang terbuat dari potongan sosis kantongan plastik dengan ukuran 4 cm x 3 cm. Media yang digunakan terbuat dari campuran tanah sedang dengan kompos atau pupuk kandang.

Bahan tanam yang ditanam di polibag dapat menggunakan benih pilen maupun menggunakan bibit kecil yang dipindahkan dari bedengan sebar.

3. Sistem Pembibitan Pottary

Sistem pembibitan pottary merupakan proses menumbuhkan bibit tanaman pada media bibit yang diletakkan pada pottary yang terbuat dari bahan plastik. Ukuran pottary yang tersedia di pasaran bervariasi antara 38 cm x 58 cm (berisi 80 lubang bibit), 40 cm x 60 cm (beisi 240 lubang bibit), dan 40 cm x 60 cm (berisi 260 lubang bibit).

Baca juga: Pengertian dan Macam-Macam Metode Pemupukan pada Tanaman

Itulah penjelasan dari sistem pembibitan tanaman. Pastikan untuk menggunakan sistem pembibitan dengan tepat yang didasarkan pada jenis tanaman, kondisi tanah, dan cuaca agar mendapatkan bibit yang berkualitas. (Adm)