Pengertian, Struktur, dan Kaidah Kebahasaan Teks Hikayat

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nama Hang Tuah sangat akrab di telinga, bukan? Itu adalah salah satu contoh teks hikayat legendaris yang diminati banyak orang. Jika kamu ingin menulis hikayat, maka kamu perlu mengetahui kaidah kebahasaan teks hikayat.
Pengertian Teks Hikayat
Dilansir dari buku Bahasa Indonesia Kelas X, Suherli, Maman Suryaman, Aji Septiaji, & Istiqomah, (2017:23), pengertian teks hikayat adalah teks berbentuk prosa yang menceritakan kehebatan seorang tokoh dengan berbagai keajaiban dan variasi ritme yang terkadang menyerupai puisi.
Struktur Teks Hikayat
Seperti teks pada umumnya, hikayat juga memiliki struktur teksnya sendiri, yakni:
Abstraksi (Opsional)
Abstraksi adalah gambaran awal yang berisi inti cerita untuk dikembangkan menjadi berbagai peristiwa. Meski merupakan bagian yang opsional, tetapi abstraksi terbilang penting untuk membangun hikayat yang baik.
Orientasi
Orientasi adalah bagian hikayat yang berisi keterangan waktu, tempat, dan suasana di dalam cerita. Suasana di dalam sebuah hikayat umumny disusun sangat dramatis, agar pembaca seolah berada di dalam hikayat tersebut.
Komplikasi
Komplikasi berisi urutan berbagai kejadian sesuai sebab dan akibat. Di bagian inilah bermunculan berbagai konflik yang berlangsung terus menerus disertai keistimewaan para tokoh.
Evaluasi
Di bagian ini, setiap konflik mulai diselesaikan lewat peran tokoh yang sangat sentral, sehingga mendekati akhir cerita. Karena itu, bagian ini kerap kali mengandung berbagai pesan moral untuk kehidupan manusia.
Resolusi
Resolusi berisi berbagai solusi yang ditawarkan bagi permasalahan yang dialami tokoh di dalam cerita, yang bisa diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari.
Koda
Koda adalah bagian terakhir yang berisi kesimpulan dari suatu hikayat. Di dalam koda, ada beberapa pelajaran penting yang sangat bermanfaat bagi pembacanya.
Kaidah Kebahasaan Teks Hikayat
Selain struktur teks, penulisan suatu hikayat juga harus menggunakan kaidah kebahasaan yang benar, yaitu:
Penggunaan Konjungsi
Konjungsi atau kata hubung di dalam hikayat umumnya digunakan di awal kalimat, agar setiap kata dan kalimat dapat terhubung dengan baik, sehingga jadi lebih menarik.
Contoh konjungsi: dan, serta, kemudian, maka, dan lalu.
Kata Arkais
Kata arkais banyak dipakai pada zaman dahulu dan sangat sulit dimengerti pada zaman sekarang. Dengan kata arkais, para pembaca akan merasa berada di zaman dahulu.
Contoh kata arkais:
Negara antah-berantah: negara yang nama dan tempatnya tidak diketahui
Kirana: sinar
Asa: harapa
Gaya Bahasa
Gaya bahasa adalah teknik penggunaan kekayaan bahasa untuk memperluas karya sastra. Di dalam teks hikayat, penggunaan gaya bahasa yang menarik dapat membuat cerita lebih variatif dan menarik.
Setelah memahami pengertian, struktur, dan kaidah kebahasaan dari teks hikayat, kini kamu bisa mencoba untuk menulis suatu teks hikayat. (BRP)
