Konten dari Pengguna

Pengertian, Sumber Data, dan Contoh Judul Penelitian Historis

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 contoh judul penelitian historis. sumber: https://unsplash.com/@beatriz_perez
zoom-in-whitePerbesar
contoh judul penelitian historis. sumber: https://unsplash.com/@beatriz_perez

Jika Anda sedang melakukan proses penelitian historis, beberapa contoh judul penelitian historis yang akan kita bahas berikut ini mungkin akan sedikit membantu.

Contoh judul penelitian historis diperlukan dalam merumuskan dan menyusun sebuah karya ilmiah yang berbasiskan penelitian historis. Namun, sebenarnya apa yang dimaksud dengan penelitian historis?

Pengertian, Sumber Data, dan Contoh Penelitian Historis

Pengertian penelitian historis adalah penelaahan serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. Dengan kata lain yaitu penelitian yang bertugas mendeskripsikan gejala, tetapi bukan yang terjadi pada waktu penelitian dilakukan.

Sejarah adalah pengetahuan yang tepat terhadap apa yang telah terjadi. Sejarah merupakan sebuah deskripsi yang terpadu dari keadaan-keadaan atau fakta-fakta masa lampau yang ditulis berdasarkan penelitian serta studi yang kritis untuk mencari kebenaran.

Menurut buku Cara Mudah Memahami Metodologi Penelitian, I Made Indra P, Jenis penelitian ini mencoba merenkonstruksi apa yang terjadi pada masa yang lalu selengkap dan seakurat mungkin, dan biasanya menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Dalam mencari data dilakukan secara sistematis agar mampu menggambarkan, menjelaskan, dan memahami kegiatan atau peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu.

contoh judul penelitian historis. sumber: unsplash.com

Unsur Pokok Penelitian Historis

  • Adanya proses pengkajian peristiwa atau kejadian masa lalu (berorientasi pada masa lalu)

  • Usaha dilakukan secara sistematis dan objektif

  • Merupakan serentetan gambaran masa lalu yang integrative anatar manusia, peristiwa, ruang dan waktu

  • Dilakukan secara interaktif dengan gagasan, gerakan dan intuiasi yang hidup pada zamannya (tidak dapat dilakukan secara parsial).

Tujuan Penelitian Historis

  • Membuat orang menyadari apa yang terjadi pada masa lalu sehingga mereka mungkin mempelajari dari kegagalan dan keberhasilan masa lampau.

  • Mempelajari bagaiman sesuatu telah dilakukan pada masa lalu, untuk melihat jika mereka dapat mengaplikasikan maslahnya pada masa sekarang.

  • Membantu menguji hipotesis yang berkenaan dengan hubungan atau kecendrungan. Misalnya pada awal tahun 1990, mayoritas guru-guru wanita datang dari kelas menengah ke atas, tetapi guru laki-laki tidak.

Langkah-Langkah dalam Penelitian Historis

  1. Pendefinisian Masalah

  2. Perumusan masalah

  3. Pengumpulan data

  4. Analisis data

  5. Kesimpulan

Contoh Judul Penelitian Historis

- Judul :

Penelurusan komunisme di Indonesia Tahun 1945 hingga tahun 1965.

- Perumusan dilema :

Apakah komunisme yang ada di masyarakat Indonesia merupakan warisan penjajah atau kebudayaan asli ?

- Pengumpulan data :

Analisis dokumen, wawancara dari sumber primer dan sumber sekunder

- Analisis data :

Cenderung melibatkan analisis yang logis, bukan analisis statistika, kalau pun perlu statistika hanya sebatas statistic deskriptif.

- Kesimpulan :

Misalnya, tidak benar bahwa komunisme merupakan budaya warisan penjajah yang menular pada bangsa kita.

Sumber Data Penelitian Historis

a. Sumber primer yaitu daerah atau gudang penyimpan yang asli dari data sejarah. Data primer merupakan sumber-sumber dasar yang merupakan bukti atau saksi utama dari insiden yang lalu. Contoh dari data atau sumber primer yaitu catatan resmi yang dibentuk pada suatu program atau upacara, keputusan-keputusan rapat, foto-foto dan sebagainya.

b. Sumber sekunder yaitu catatan wacana adanya suatu peristiwa, atau catatan-catatan yang “jaraknya” telah jauh dari sumber orisinil. Misalnya keputusan rapat suatu perkumpulan bukan didasarkan dari keputusan (minutes) dari rapat itu sendiri, tetapi dari sumber gosip di surat kabar. (DNR)