Pengertian Sunnah Ghairu Muakkad dalam Agama Islam

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian sunnah ghairu muakkad adalah salat sunah yang tidak dikuatkan (kadang dikerjakan Nabi Muhammad saw dan kadang tidak dikerjakannya). Mengerjakan ibadah adalah sebuah kewajiban untuk umat Islam.
Dengan mengerjakan ibadah, tentu akan mendapatkan pahala dan apabila meninggalkan ibadah, maka akan mendapat dosa. Selain salat lima waktu, umat Islam juga dapat mengerjakan ibadah-ibadah sunah yang dianjurkan dalam agama.
Ada salat sunah yang mendapatkan pahala apabila dikerjakan, tetapi tidak mendapatkan dosa apabila tidak dikerjakan atau dibiarkan. Keutamaan mengerjakan salat sunah yaitu menyempurnakan salat fardu, diangkat derajat, serta dikabulkan doa oleh Allah Swt.
Pengertian Sunnah Ghairu Muakkad
Pengertian sunnah ghairu muakkad adalah salat sunah yang tidak dikuatkan (kadang dikerjakan Nabi Muhammad saw dan kadang tidak dikerjakannya).
Berdasarkan buku yang berjudul Ushul Fiqh Kajian Hukum Islam, Iwan Hermawan, S.Ag., M.Pd.I., (2019:29), sunnah ghairu muakkad yaitu sunah yang dilakukan oleh nabi, tetapi nabi tidak melazimkan dirinya untuk berbuat demikian, seperti salat sunah empat rakaat sebelum dzuhur dan sebelum ashar.
Ada yang mengartikan bahwa sunah ini tidak dikerjakan oleh rasul secara berkelanjutan. Sunnah ghairu muakkad menurut Mazhab Hanafi merupakan suatu perkara jika dikerjakan mendapat pahala. Apabila tidak dikerjakan tidak dikenai sanksi.
Salat sunnah ghairu muakkad merupakan salat sunah yang tidak dikukuhkan untuk dikerjakan. Artinya, yaitu salat sunah tidak selalu dikerjakan tetapi hanya sewaktu-waktu.
Adapun contoh salat sunnah ghairu muakkad yaang harus diketahui umat Islam berdasarkan buku berjudul Refresh & Install Ulang Otakmu dengan Shalat, Syauqi Abdillah Zein, (2015:79), adalah sebagai berikut.
Dua rakaat sebelum salat zuhur.
Dua rakaat sesudah salat zuhur.
Dua rakaat sebelum salat asar.
Dua rakaat sebelum salat magrib.
Dua rakaat sebelum salat isya.
Salat tahiyatul masjid, berarti salat yang dikerjakan untuk menghormati masjid.
Salat sunah rawatib.
Salat sunah duha adalah salat yang dikerjakan diwaktu duha, yaitu ketika matahari sudah naik, kira-kira setinggi tombak sampai matahari tergelincir, yaitu menjelang waktu dzuhur.
Baca juga: Pengertian Salat Berjamaah, Hukum, dan Keutamaannya
Demikianlah pengertian sunnah ghairu muakkad adalah salat sunah yang tidak wajib dikerjakan oleh umat Islam. (ADM)
