Pengertian Syafakillah dan Syafakallah, Beserta Doa Kesembuhan untuk Orang Sakit

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Melalui artikel berikut ini, kita akan pelajari bersama tentang pengertian dari “Syafakillah” dan “Syafakallah”, yakni dua istilah yang sering diucapkan ketika mendengar kerabat sakit. Namun, apakah istilah tersebut adalah doa? Mari kita bedah pemahaman tentang doa terlebih dahulu.
Doa adalah bentuk ibadah yang sederhana namun penuh keutamaan. Esensi doa bukanlah sekedar kata-kata penenang yang dangkal maknanya. Lebih dari itu, doa merupakan bentuk penghambaan diri manusia kepada Dzat yang lebih agung. Doa juga merupakan upaya pembersihan diri dari dosa dan sebagai sumber ketenangan jiwa.
Di dalam buku “Pengantar Psikologi Doa”, Robert Thouless (2000: 165) mengartikan doa sebagai kegiatan seorang manusia yang menggunakan kata-kata berkonotasi positif secara terbuka, baik pribadi maupun bersama-sama untuk mengajukan harapan kepada kepada Tuhan.
Doa atau harapan dapat diucapkan kapan saja dan dimana saja. Kita juga dapat berdoa untuk diri sendiri maupun orang lain. Satu doa yang paling umum diucapkan adalah doa atas kesembuhan orang yang sedang sakit. Kalimat yang digunakan misalnya “syafakillah” atau “syafakallah”. Lalu apa pengertian syafakillah dan syafakallah? Simak penjelasannya berikut ini!
Pengertian Syafakillah dan Syafakallah
Syafillah dan syafakallah adalah ungkapan yang mengandung doa. Ungkapan ini diberikan kepada muslim yang sedang sakit, dengan harapan dirinya diberikan kesembuhan dari Allah ta’ala. Kata ini sebenarnya bersumber dari sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim berikut,
Allahumma rabban naas mudzhibal ba'si isyfi antasy-syaafii laa syafiya illaa anta syifaa'an laa yughaadiru saqoman.
Artinya: "Ya Rab, wahai Tuhan umat manusia, hapuslah penyakitnya, sembukanlah ia. Hanya Engkaulah yang dapat menyembuhkannya. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang mutlak (tidak kambuh lagi)”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Kata Syafakillah sendiri berarti "Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (perempuan)”. Bentuk lengkap dari kata ini adalah,
Syafakillah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba'dahu saqaman.
Artinya: "Semoga Allah secepatnya menyembuhkanmu, dengan kesembuhan yang mutlak (tiada kambuh selepasnya)”.
Ungkapan ini dipakai apabila apabila orang yang sedang sakit adalah seorang perempuan. Kita dapat menggunakan ungkapan pendeknya atau versi lengkapnya. Esensinya sama, yakni meminta kesembuhan kepada Allah SWT atas orang yang sakit.
Sementara syafakallah memiliki arti "Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (laki-laki)." Bentuk lengkap kata ini yaitu,
Syafakallah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba'dahu saqaman.
Artinya: "Semoga Allah secepatnya menyembuhkanmu, dengan kesembuhan yang mutlak (tiada kambuh selepasnya)”.
Kata ini digunakan apabila orang yang sakit adalah laki-laki. Arti dan tujuannya sama seperti penggunaan kata syafakillah.
Bagaimana Jawaban Kalimat Tersebut?
Kira-kira apa jawaban yang paling tepat ketika orang lain memberikan ungkapan syafakillah atau syafakallah kepada kita?
Sederhana saja, Anda cukup untuk menjawab dengan, “Aamiin” (semoga Allah mengabulkan). Karena sejatinya ungkapan itu merupakan doa yang untuk Anda. Anda juga bisa membalasnya dengan ucapan, “Jazakallah khayr” (semoga Allah membalas kebaikanmu). Balasan ini digunakan apabila si lawan bicara laki-laki. Jika ia perempuan, maka gunakan ucapan, “Jazakillah khayr” (semoga Allah membalas kebaikanmu). (AA)
