Konten dari Pengguna

Pengertian Takziah dan Dalilnya dalam Al-Quran

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Dalil Takziah. (Foto: https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Dalil Takziah. (Foto: https://pixabay.com)

Dalam agama Islam, kita diajarkan untuk melakukan takziah kepada keluarga yang ditinggalkan ketika tertimpa musibah kematian (istri, suami, anak, atau saudara dekat), terutama bagi orang-orang yang lemah dan membutuhkan. Secara etimologis, kata takziah merupakan bentuk mashdar (kata benda turunan) dari kata kerja ‘aza yang maknanya sama dengan al-aza’u, yaitu bersabar menghadapi musibah kehilangan.

Menurut Imam Nawawi yang dikutip dari buku 200 Amal Saleh Berpahala Dahsyat [Edisi Revisi] yang ditulis oleh Abdillah F. Hasan (2016: 357), pengertian takziah adalah menyabarkan dan menyebutkan hal-hal yang menghibur shahibul mayit (keluarga mayat), mengurangi kesedihan mereka, dan meringankan musibah mereka. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai dalil Takziah dalam Al-Quran.

Pengertian dan Dalil Takziah dalam Al-Quran

Ilustrasi Dalil Takziah. (Foto: https://pixabay.com)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, takziah adalah kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengunjungi kerabat atau keluarga yang tertimpa musibah kematian. Untuk meringankan beban keluarga si mayit, disunahkan untuk membuat hidangan makanan bagi keluarga si mayit yang sedang sibut dengan musibah yang menimpa mereka.

Dikutip dari buku Fikih Sunnah - Jilid 2 yang ditulis oleh Sayyid Sabiq (2021: 429), hukum takziah adalah sunnah meskipun untuk orang kafir dzimmi.’ sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi dengan sanad hasan dari Amru bin Hazm. Rasulullah saw. Bersabda,

“Tidaklah seorang Mukmin yang turut berbelasungkawa atas musibah saudaranya kecuali Allah swt. memakaikan padanya perhiasan kemuliaan di hari kiamat.”

Dalam hal lain juga disebutkan keutamaan takziah,

“Barangsiapa menghibur orang yang kesusahan, ia mendapatkan imbalan pahalanya.” (HR. Tirmidzi)

Dalil Takziah dalam Al-Quran:

Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah agar kita mengucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun” serta berdoa “Allahumma ajurni fi mushibati wa akhlif li khairan minha” yang berarti: Ya Allah berikanlah aku pahala karena musibah ini dan tukarlah bagiku dengan yang lebih baik.

“(yaitu) Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNyalah kami kembali)” (Qs Al-Baqarah [2]: 156)

Takziah dianjurkan hanya sekali, dan ditujukan untuk semua keluarga dan sanak kerabat yang ditinggalkan. Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)