Konten dari Pengguna

Pengertian Tawadhu dan Macam-Macam Bentuknya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tawadhu. Sumber: unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tawadhu. Sumber: unsplash

Tawadhu secara umum dapat diartikan sebagai sifat/sikap rendah hati yang harus dimiliki oleh setiap umat muslim. Adapun pengertian tawadhu sebagaimana yang dijelaskan dalam buku Hakikat Tawadhu dan Sombong, Salim ‘Id Hilali (2007: 7) ialah akhlak mulia yang dimiliki seseorang sehingga ia senantiasa patuh pada kebenaran, serta tidak pernah menganggap dirinya lebih bak daripada orang lain.

Berdasarkan pengertian tawadhu tadi, maka kita juga bisa menafsirkan bahwasanya tawadhu adalah kebalikan dari sifat sombong. Sebagai bagian dari umat muslim, sudah seharusnya kita memiliki sifat tawadhu agar senantiasa bersikap santun dan rendah hati karena hal tersebut termasuk sifat mulia yang dicintai Allah dari hamba-hambaNya.

Pengertian Tawadhu dan Macam-Macam Bentuknya

Masih mengutip dari buku Hakikat Tawadhu dan Sombong, Salim ‘Id Hilali (2007: 9), sifat tawadhu seorang pemeluk agama Islam akan dianggap terpuji jika ia senantiasa merendahkan dirinya di hadapan Allah sehingga ia menerima segala hal yang ditetapkan oleh-Nya, serta senantiasa bersikap rendah hati dan tidak meremehkan orang lain. Sedangkan sifat tawadhu akan dianggap tercela apabila seseorang berusaha merendahkan dirinya dihadapan golongan penguasa dengan maksud ingin mendapatkan sesuatu dari golongan tersebut. Hal ini tentu termasuk hal tidak terpuji karena tujuannya tidak didasarkan untuk memohon ridho Allah SWT.

Berdasarkan macam-macam bentuk tawadhu tadi, maka umat muslim pastilah dianjurkan untuk senantiasa bertawadhu dalam hal-hal terpuji yang disukai oleh Allah SWT. Pasalnya dengan senantiasa menjadi pribadi yang rendah hati, maka kelak Allah SWT juga akan mengangkat derajat umat muslim sebagaimana isi hadist berikut:

“Tidaklah seorang bersifat rendah hati (tawadhu) karena Allah kecuali Allah mengangkatnya.” (HR. Muslim)

Dengan senantiasa bersikap rendah hati (tawadhu) dan tidak meremehkan orang lain, semoga kelak kita bisa senantiasa menjadi hamba-hamba yang dicintai dan dirahmati oleh Allah ya! Aamiin. (HAI)