Konten dari Pengguna

Pengertian Teknik Tempa untuk Membentuk Logam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi teknik tempa adalah. Sumber: unsplash.com / jonny gios
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi teknik tempa adalah. Sumber: unsplash.com / jonny gios

Dalam karya seni, khususnya seni terapan, terdapat berbagai macam teknik yang dapat digunakan untuk membuat sebuah karya tiga dimensi. Salah satu dari teknik tersebut adalah teknik tempa. Teknik tempa adalah teknik yang digunakan untuk membuat benda-benda dari logam.

Teknik ini sering digunakan dalam pembentukan seni kriya atau craft. Menurut buku Seni Rupa SMA Kelas 2 karya Dedi Nurhadiat (n.d: 23) terbitan Grasindo, di Indonesia, seni kriya sendiri seringkali disebut dengan istilah kerajinan tangan. Umumnya teknik tempa dipakai untuk membentuk logam menjadi kerajinan tangan tiga dimensi.

Selain menempa, terdapat teknik-teknik lain yang juga menarik untuk disimak yaitu teknik inlai, teknik cor, teknik ukir, dan masih banyak lagi. Namun dalam artikel ini, kita akan membahas teknik tempa.

Pengertian Teknik Tempa dalam Seni Logam

illustrasi Teknik tempa adalah. Sumber: unsplash.com / Hannah Gibbs.

Teknik tempa biasanya digunakan untuk membentuk dan membuat benda yang memiliki bahan dasar logam. Umumnya logam yang digunakan adalah besi, baja, kuningan, timah, emas, dan perak. Tak hanya itu teknik tempa sendiri merupakan salah satu proses pengerjaan logam yang paling tua dan sudah dikenal sejak tahun 4000 SM.

Pengertian teknik tempa sendiri adalah proses deformasi dimana suatu logam ditekan diantara dua cetakan. Dalam bahasa inggris, teknik ini seringkali disebut sebagai forging.

Proses penempaan sendiri dimulai dari pemukulan atau penekanan logam menjadi bentuk-bentuk yang dikehendaki. Proses ini dapat dilakukan dalam keadaan logam dipanaskan maupun dingin, namun istilah menempa umumnya merujuk pada proses pembentukan logam yang dipanaskan kemudian dipukul dengan palu di atas landasan atau cetakan.

Umumnya proses menempa dilakukan untuk melakukan beberapa hal yaitu:

  1. Meratakan benda kerja.

  2. Menajamkan benda kerja.

  3. Meruncingkan suatu benda kerja.

  4. Membentuk suatu benda kerja dengan memukul bagian atasnya.

  5. Memperpanjang atau menarik suatu benda kerja.

  6. Membengkokkan suatu benda kerja.

Jika dulu penempaan dilakukan dengan tangan, di era modern, teknik tempa sendiri dapat dilakukan dengan menggunaan mesin. Biasanya hal ini dilakukan dengan mesin untuk pekerjaan yang berat. Bentuk karya seni yang dibuat dengan mesin tempa pun kian bervariasi.

Meski teknik tempa adalah salah satu teknik pembentukan logam tertua, masih ada juga teknik lain seperti teknik cor dan teknik ukir. Teknik yang digunakan nantinya akan tergantung pada bentuk yang ingin dihasilkan dalam sebuah karya seni. Semoga informasi ini dapat membantu Anda. (AGI)