Pengertian Teks Hikayat, Ciri-ciri, dan Bentuknya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia merupakan negara yang kaya, baik suku, budaya, dan karya sastra. Salah satu karya sastra dari Indonesia yang sudah ada sejak dahulu adalah hikayat. Lantas apa pengertian teks hikayat?
Pengertian Teks Hikayat
Dikutip dari buku CCM: Cara Cepat Menguasai Bahasa Indonesia karya Tomi Rianto (2019:31), teks hikayat merupakan salah satu karya sastra lama yang di dalamnya mengisahkan tentang kehidupan dari keluarga istanah, kaum bangsawan, atau orang-orang ternama dengan segala kehebatan,kesaktian, atau kepahlawanannya. Terkadang, hikayat mirip dengan cerita sejarah yang isinya banyak terdapat hal-hal yang tidak masuk akal dan penuh keajaiban.
Hikayat mulai berkembang pada masa Melayu Klasik, sehingga banyak kata yang digunakan dalam hikayat berupa bahasa Melayu Klasik dan terkadang sulit untuk dimengerti.
Ciri-ciri Teks Hikayat
Sebuah teks dapat dikatakan sebagai hikayat apabila memiliki ciri-ciri berikut:
Bahasa Melayu Lama
Hikayat yang sering ditemui yakni dalam bahasa Melayu. Bahasa Melayu yang digunakan pun berbeda dengan saat ini, pasalnya hikayat banyak yang menggunakan bahasa Melayu lama atau klasik yang sudah jarang digunakan. Sehingga hikayat akan terlihat unik dan menambah nilai seni.
Istanasentris
Alur dan latar belakang yang diambil dari kisah-kisah hikayat paling banyak terpuasat pada kerajaan, sebab hikayat banyak menceritakan tentangn raja maupun tokoh kerajaan.
Prolog
Banyak sekali teks hikayat menceritakan tentang kekuatan, mukjizat, dan keanehan lainnya. Sehingga teks hikayat tidak dapat diterima oleh nalar manusia.
Statis
Hikayat merupakan salah satu karya sastra yang statis atau tetap. Pasalnya penulis dalam menggambarkan kisah-kisahnya tidak memiliki banyak perubahan. Kisah yang diangkat pun memiliki kemiripan satu sama lain.
Anonim
Sama halnya dengan karya sastra lama, pengarang dari hikayat juga tidak diketahui identitasnya.
Tradisional
Pemilihan tema dalam cerita hikayat tidak pernah jauh dari kerajaan maupun segala unsur-unsurnya. Setiap isi dalam hikayat selalu mengusung tradisi dan budaya masyarakat zaman dahulu.
Edukatif
Meskipun cerita hikayat tidak dapat diterima nalar manusia, namun dalam hikayat memiliki amanat yang dapat dijadikan pembelajaran para pembacannya. Selain itu, dalam hikayat juga memiliki banak unsur mendidik, kebijaksanaan, tenggang rasa, saling menghargai, mencintai sesama manusia, dan masin hanyak lagi.
Bentuk Hikayat
Pencampuran budaya dalam teks hikayat menghasilkan beragam jenis dan bentuk, di antaranya:
Cerita Rakyat
Hikayat bentuk yang satu ini biasa digambarkan dengan jenaka. Pada umumnya inti cerita hikayat ini mengisahkan asal muasal suatu tempat atau maupun benda. Salah satu contoh hikayat ini yaitu Hikayat Rhang Manyang.
Roman
Roman dalam hikayat berceritakan tentang kisah kasih asmara dan rumah tangga. Salah satu contoh hikayat ini adalah Hikayat Putroe Gambak Meuh.
Epos
Epos merupakan bentuk hikayat yang menceritakan tentang kepahlawanan seseorang. Salah satu contoh epos adalah Hikayat Prang Kompeuni.
Tambeh
Tambeh ini adalah hikayat yang menceritakan pedoman kehidupan sehingga dalam kisahnya mengandung banyak amanat yang dapat dipetik. Salah satu contoh hikayat ini adalah Tambek Tujoh Blah.
Chara
Chara adalah bentuk hikayat yang fokus terhadap seseorang tokoh terpuji, dengan kata lain, chara merupakan hikayat biografi. Salah satu contoh hikayat ini adalah Hikayat Hiyaken Tujoh.
Sekarang kamu sudah mengetahui tentang teks hikayat bukan? Semoga membantu. (MZM)
