Pengertian Tembung Kriya dalam Bahasa Jawa dan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tembung merupakan bahasa Jawa yang memiliki arti “kata”. Secara umum tembung tersebut dipelajari dalam materi Muatan Lokal (Mulok) untuk memahami gramatikal kalimat bahasa Jawa. Tembung atau kata tersebut memiliki beragam jenis seperti halnya dalam tata bahasa Indonesia. Tembung kriya yaitu, akan diulas pada artikel berikut.
Dikutip dari buku Babonis Pepak Basa Jawa, Budi Anwari (2020: 68), dalam bahasa Jawa, "tembung kriya yaiku tembung kang nyataaken solah bawa, tingkah laku, utawa tumandang gawe lan ngayahi pagawean". Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, maka artinya ialah “kata kerja adalah kata yang menyatakan tentang tingkah laku atau sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang. Berdasarkan artian tersebut, maka tembung kriya yaiku (yaitu) sebutan bagi kata kerja dalam bahasa Jawa.
Tembung Kriya yaiku Tembung Pegawean, Ini Contohnya
Secara sederhana, tembung kriya yaiku tembung pegawean atau kata kerja dalam gramatikal bahasa Jawa. Mengutip dari buku Gladi Basa Jawa Kelas III untuk SD/MI, Dhita Puspitasari Sukendro (2015: 76), menurut kata dasarnya, tembung kriya dibedakan menjadi dua jenis, yakni tembung kriya tanduk, dan tembung kriya tanggap. Agar kita bisa memahami jenis-jening tembung kriya dalam bahasa Jawa tersebut, maka perhatikanlah informasi singkat berikut:
Tembung Kriya Tanduk
Tembung kriya tanduk, yaiku tembung kriya kang jejere dadi paraga atau disebut pula sebagai kata kerja aktif di mana subjek melakukan kegiatan tertentu secara aktif. Adapun contoh dari tembung kriya tanduk diantaranya:
Mangan = makan
Nulis = menulis
Ngarang = mengarang
Nyapu = menyapu
Menek/manek = memanjat
Gawe = membuat
Mbaca = membaca
Mlaku = berjalan
Tembung Kriya Tanggap
Tembung kriya tanggap yaiku tembung kriya kang jejere dadi sasaran, atau kata kerja pasif. Umumnya kata kerja tersebut memiliki imbuhan dak-, ko-, dan di-. Adapun contoh tembung kriya tanggap misalnya seperti berikut:
Dibalang = dilempar
Dijukut = diambil
Dipangan = dimakan
Digawa = dibawa
Diwaca = dibaca
Daktakon = ditanya
Daktuku = dibeli
Digoleki = dicari
Dakpakani = diberi makan
Dibalekake = dikembalikan
Demikianlah ulasan singkat terkait pengertian tembung kriya beserta contohnya dalam gramatikal bahasa Jawa. Semoga informasi tadi dapat bermanfaat! (HAI)
