Konten dari Pengguna

Pengertian Thaharah dan Macam-macamnya dalam Agama Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa pengertian thaharah. Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa pengertian thaharah. Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

Dalam agama Islam, sebelum melaksanakan ibadah diwajibkan untuk dalam keadaan suci, terutama saat hendak salat. Maka dari itu, umat Islam diwajibkan melaksanakan thaharah. Sebenarnya, apa pengertian thaharah?

Sebab, salah satu syarat sah dari salat adalah dalam keadaan suci. Sehingga, mengetahui pengertian dan macam-macam thaharah menjadi hal yang wajib diketahui umat Islam agar ibadahnya sah dan mendapat keutamaan yang ada di dalamnya.

Apa Pengertian Thaharah?

Ilustrasi apa pengertian thaharah. Foto: Pexels/zeinebpalette

Dikutip dari buku Panduan Muslim Sehari-hari oleh Dr. KH. M. Hamdan Rasyid, MA dan Saiful Hadi El-Sutha (2016), thaharah secara bahasa berasal dari “thahara-yathhuru-thaharatan” yang berarti bersuci.

Sedangkan secara istilah, apa pengertian thaharah adalah mensucikan diri dari hadats dan najis untuk sahnya shalat. Sebagaimana dalam sebuah ayat, Allah Swt. berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur. (QS. Al-Maidah: 6)

Macam-Macam Thaharah

Ilustrasi macam-macam thaharah. Foto: Unsplash/Javad Esmaeili

Thaharah sendiri terbagi menjadi dua macam, yakni thaharah ma’nawiyyah dan hissiyyah. Berikut penjelasannya.

1. Thaharah Ma'nawiyyah

Thaharah ma'nawiyyah, yakni membersihkan diri dari syirik dan maksiat. Caranya adalah dengan bertauhid dan berbuat amal salih.

Thaharah jenis ini jauh lebih penting ketimbang sekedar membersihkan badan dari berbagai kotoran zhahir (lahir). Bahkan membersihkan badan dari kotoran lahir tidaklah akan ada gunanya jika dalam diri seseorang masih ada najis syirik. Allah Swt. berfirman:

إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis” (QS. At-Taubah: 28)

2. Thaharah Hissiyyah

Thaharah yang kedua adalah hissiyyah, yaitu membersihkan diri dari hadas dan najis. Thaharah jenis inilah yang merupakan sebagian dari iman. Sebagaimana dari Abu Malik Al-Harits, Rasulullah Saw. bersabda:

“Bersuci itu sebagian dari iman” (HR. Muslim no. 223)

Media Thaharah

Ilustrasi media thaharah. Foto: Pexels/Meyra

Untuk melaksanakan thaharah hissiyyah, terdapat dua media yang dapat digunakan, yakni air dan debu.

1. Air

Air merupakan alat utama dalam melaksanakan thaharah. Sebab, air yang turun dari langit, berasal dari dalam bumi, hingga air laut adalah suci dan dapat digunakan untuk membersihkan diri dari hadas dan najis.

Sebagaimana dari Abu Said Al-Khuduri, Rasulullah Saw. bersabda:

“Sesungguhnya (hakikat) air adalah suci dan menyucikan, tak ada sesuatu pun yang dapat menajiskannya.” (HR. Abu Daud no. 66, Tirmidzi no. 66, An-Nasai 1:174, Ahmad 17:190)

2. Debu

Debu berfungsi sebagai pengganti air untuk bersuci bagi seseorang yang memiliki uzur atau halangan menggunakan air. Allah Swt. berfirman:

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

Artinya: “Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (QS. An-Nisa: 43)

Selain itu, Nabi Muhammad Saw. bersabda:

"Dianugerahkan untukku tanah sebagai masjid (tempat shalat) dan untuk bersuci." (HR. Bukhari no. 438)

Baca Juga: Penjelasan Tiga Cara Thaharah yang Benar dalam Agama Islam

Demikian informasi singkat tentang apa pengertian thaharah, macam, dan alatnya yang sebagai salah satu syarat sah salat. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan tentang cara mensucikan diri dalam agama Islam.(MZM)