Konten dari Pengguna

Pengertian Ummatan Wasatan dalam Al-Quran

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengertian Ummatan Wasatan   Sumber Unsplash/Golfcphoto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengertian Ummatan Wasatan Sumber Unsplash/Golfcphoto

Frasa ummatan wasatan terdapat dalam bacaan Al-Quran. Namun, belum banyak umat muslim yang memahami pengertian ummatan wasatan.

Di dalam Al-Quran, terdapat beberapa ayat yang menunjukkan misi agama Islam, karakteristik ajaran Islam, dan karakteristik umat Islam. Ummatan wasatan merupakan salah satu karakteristik umat Islam.

Memahami Pengertian Ummatan Wasatan

Ilustrasi Pengertian Ummatan Wasatan Sumber Unsplash/Mosquegrapher

Sikap ummatan wasatan termasuk yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Diambil dari buku Tafsir Toleransi dalam Gerakan Islam di Indonesia, Ahmad Deni Rustandi (2022:188), pengertian ummatan wasatan adalah umat Islam yang moderat, dan merupakan model masyarakat yang ideal.

Kedudukan umat Islam sebagai umat moderat bersesuaian dengan posisi Ka'bah yang sama-sama berada di pusat bumi dan menjadi kiblat.

Pesan yang terkandung dari peristiwa ini adalah bahwa umat Islam dituntut untuk bersikap moderat (wasat), tidak mengambil posisi ekstrem, dan bersikap adil dalam segala aktivitas hidupnya.

Pada posisi tengah, seseorang dapat disaksikan oleh siapapun, dari arah manapun, karenanya pula mereka berpotensi menjadi teladan bagi semua pihak.

Dengan posisi itu, ia juga dapat melihat siapapun dan di mana pun untuk tetap waspada dalam menghadapi tantangan dan perubahan. Kualitas ummatan wasatan menuntut umat Islam tidak terbenam pada materialisme, dan tidak membumbung tinggi dalam spiritualisme.

Dalil Ummatan Wasatan dalam Al-Quran

Ilustrasi Pengertian Ummatan Wasatan Sumber Unsplash/Jacoblund

Penegasan bahwa umat Islam adalah ummatan wasatan tercantum dalam ayat-ayat Al-Quran berikut ini.

1. Surat Al-An'am Ayat 92

وَهٰذَا كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ مُبٰرَكٌ مُّصَدِّقُ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ اُمَّ الْقُرٰى وَمَنْ حَوْلَهَاۗ وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ وَهُمْ عَلٰى صَلَاتِهِمْ يُحٰفِظُوْنَ

"Dan ini (Al-Qur'an), Kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Orang-orang yang beriman kepada (kehidupan) akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan mereka selalu memelihara salatnya".

2. Surat Al-Baqarah Ayat 143

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِيْ كُنْتَ عَلَيْهَآ اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَّتَّبِعُ الرَّسُوْلَ مِمَّنْ يَّنْقَلِبُ عَلٰى عَقِبَيْهِۗ وَاِنْ كَانَتْ لَكَبِيْرَةً اِلَّا عَلَى الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُ ۗوَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُضِيْعَ اِيْمَانَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

"Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.

Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang.

Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.

Baca juga: Hukum Bacaan Qalqalah yang Benar dalam Islam

Pengertian ummatan wasatan adalah pandangan umat yang moderat dalam urusan antara tentang Tuhan dan dunia. Islam sangat menitikberatkan umatnya supaya seimbang dalam memandang kehidupan dunia dan akhirat. (DK)