Pengertian Vulkanisme Lengkap dengan Gejala dan Bentuk Erupsi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia adalah negara kepulauan dan terkenal dengan jumlah gunung apinya yang terbanyak di dunia. Oleh sebab itu, sebagian bencana alam yang terjadi di Indonesia berasal dari vulkanisme gunung berapi. Ketahui gejala dan pengertian vulkanisme beserta bentuk erupsi dalam artikel berikut ini.
Beberapa gunung berapi menimbulkan bencana karena letusannya yang dahsyat. Berdasarkan buku Seri Sains: Gunung yang disusun oleh A. Yanuar (2020:21), contoh bencana alam dahsyat yang tercatat dalam sejarah adalah letusan gunung Krakatau pada tahun 1883, dan gunung Kelud di tahun 1919.
Baca juga: Keuntungan dan Kerugian Banyaknya Gunung Berapi di Indonesia.
Pengertian Vulkanisme
Gunung berapi dan vulkanisme merupakan dua hal yang saling berhubungan. Pengertian vulkanisme adalah peristiwa yang berkaitan dengan pembentukan gunung api, yaitu pergerakan magma di kulit bumi (litosfer) menyusup ke lapisan lebih atas atau keluar permukaan bumi.
Gejala Vulkanisme
Intrusi magma adalah proses terobosan magma ke dalam lapisan kulit bumi (litosfer), tetapi tidak sampai keluar dari permukaan bumi. Bentuk-bentuk intrusi magma yang merupakan gejala vulkanisme adalah sebagai berikut.
Batolit. Batuan beku yang terbentuk dalam dapur magma, karena penurunan suhunya yang sangat lambat.
Lakolit. Batuan beku yang terjadi pada dua lapisan litosfer dan bentuknya menyerupai lensa cembung.
Keping Intrusi atau Sills. Sisipan magma yang membeku di antara dua lapisan litosfer tidak cembung, tetapi relatif tipis dan melebar.
Gang atau Dike/Retas. Batuan hasil intrusi magma yang memotong lapisan-lapisan litosfer dengan bentuk pipih atau lempeng.
Apofisa. Gang yang relatif kecil dan merupakan cabang gang.
Diaterma. Batuan pengisi pipa letusan, berbentuk silinder mulai dari dapur magma sampai ke permukaan bumi.
Bentuk Erupsi
Erupsi berdasarkan bentuk lubang keluarnya magma dapat dibedakan menjadi:
Erupsi linier, yaitu magma keluar melalui retakan kulit bumi yang memanjang sehingga membentuk deretan gunung api.
Erupsi areal, terjadi karena magmanya terletak sangat dekat pada permukaan bumi, yang menyebabkan terbakar sehingga magma meleleh keluar dari permukaan bumi.
Erupsi sentral, yaitu magma keluar melalui sebuah lubang dan membentuk gunung-gunung yang letaknya tersendiri.
Pengertian vulkanisme adalah semua bentuk ekstrusi magma dan prosesnya. Peristiwa menyusupnya magma keluar dari permukaan bumi adalah penyebab terjadinya volkano atau gunung api.(DK)
