Konten dari Pengguna

Pengertian Wangsalan beserta Jenis dan Contohnya dalam Bahasa Jawa

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://unsplash.com/@omarlopez1 - Wangsalan yaiku unen-unen dalam bahasa Jawa
zoom-in-whitePerbesar
https://unsplash.com/@omarlopez1 - Wangsalan yaiku unen-unen dalam bahasa Jawa

Wangsalan yaiku unen-unen dalam bahasa Jawa. Begitu kira-kira jawaban yang akan kamu terima jika bertanya mengenai apa itu pengertian wangsalan.

Ada juga yang menyebutkan bahwa wangsalan yaiku unen-unen utawa tetembungan sing saemper karo cangkriman, nanging batangane wis dikandhakake. Artinya adalah wangsalan merupakan perkataan atau kalimat yang sejenis cangkriman, namun jawabannya sudah disebutkan. Hanya saja cara menyebutkan jawaban wangsalan tidak jelas atau lugas. Akan tetapi hanya menyebutkan satu kata atau lebih.

Wangsalan yaiku unen-unen cangkriman nanging uwis dibatang (dibedhek) dhewe. Ukarane orang persis nanging saemper wae. Wangsalan ana kang awujud ukara selarik utawa awujud tembang. Artinya wangsalan adalah bentuk cangkriman yang ditebak sendiri (pemberi wangsalan). Kalimatnya tidak persis, namun mirip. Bentuk wangsalan ada yang sebaris kalimat dan ada juga yang berupa tembang (nyanyian).

Pengertian Wangsalan

Dari pernyataan di atas, maka bisa disimpulkan bahwa pengertian wangsalan adalah semacam cangkriman atau teka-teki yang bisa terdiri dari satu kalimat atau dua kalimat atau bahkan ada dalam tembang. Karena isi wangsalan berupa tebak-tebakan, maka akan menjadi hal seru jika dilakukan ketika berkumpul dengan teman-teman.

Melansir dari buku Kajian Wangsalan dalam Bahasa Jawa, 2000, wangsalan termasuk salah satu jenis perumpaan yang sering digunakan masyarakat Jawa dalam percakapan atau pachelaton. Fungsi wangsalan dapat digunakan sebagai teka-teki murni danjuga dapat digunakan untuk menyindir seseorang atau memberi nasihat.

Fungsi ini dianggap cocok dengan karakter orang Jawa yang tidak bisa atau tidak ingin menyampaikan sesuatu secara langsung. Hanya saja fungsi wangsalan ini terbatas untuk komunikasi orang yang tidak sekedar berbahasa Jawa, namun harus benar-benar paham bahasa Jawa untuk otak atik kata.

https://unsplash.com/@enji_10

Jenis-jenis dan Contoh Wangsalan

Jenis jenis wangsalan tersebut berupa:

1. Wangsalan Lamba

Wangsalan lamba adalah jenis wangsalan yang isi teka tekinya satu objek. Bentuk wangsalan ini terdiri satu baris yang dijadikan dua kalimat. Kalimat pertama disebut wangsalan dan kalimat kedua jawaban teka-teki.

Contoh:

  • Pring dhempet, kowe teka mrene kok ora kandha-kandha! (Pring dhempet = andha)

  • Kepiting kang sobeng rawa, nguswaraganta wong ayu. (Kepiting kang saba ana ing rawa: yuyu)

2. Wangsalan Rangkep (Wangsalan Camboran)

Wangsalan rangkep adalah wangsalan yang isi teka tekinya terdiri lebih dari satu. Bentuk wangsalan ini terdiri dari dua kalimat. Kalimat pertama disebut isi wangsalan dan kalimat kedua disebut isi jawaban.

Contoh:

  • Jenang sela wader kalen sesonderan, apuranta yen wonten lepat kawula. (Jenang sela: apu, wader kalen: sepat)

  • Sayeng kaga kaga kresna mangsa sawa, wong susila lagake anuju prana. (sayeng kaga: kala, kaga kresna mangsa sawa: manuk gagak)

3. Wangsalan Memet

Wangsalan memet adalah jenis wangsalan yang cukup rumit. Macam macam wangsalan memet perlu diartikan sebanyak dua kali.

Contoh:

“Uler kembang, yen trima alon-alonan”

  • Uler Kembang artinya hewan lintah

Arti dari suku kata “li” dalam kata lintah dihubungkan dengan kata “tali”.“Tali” dianggap memiliki arti “alon-alonan”. “Alon-alonan” diartikan sebagai “satitahe”. Kata satitahe artinya melakukan pekerjaan secara perlahan tanpa paksaan.

4. Wangsalan Padinan

Wangsalan padinan adalah bentuk wangsalan yang biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari. Bentuk wangsalan padinan lebih sederhana dibanding macam wangsalan lain karena tidak perlu dibedah isi teka-tekinya. Orang yang mendengarkan macam wangsalan padinan biasanya sudah dianggap memahami isi teka teki.

Contoh:

  • Wong kae sejatine wis krungu kandhaku, nanging njangan gori. Gori iku mathuke digudheg

  • Nyaron bumbung, cengklungen anggonku ngenteni! (angklung)

Demikian penjelasan mengenai wangsalan yaiku unen-unen dalam bahasa Jawa beserta dengan jenis dan contohnya. Semoga bermanfaat. (DNR)