Pengertian Zuhud dan Ciri-cirinya dalam Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu zuhud? Soal ini bagian dari tugas Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk siswa kelas 8.
Zuhud merupakan salah satu sikap terpuji dalam ajaran tasawuf. Tasawuf adalah perilaku mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Apa itu Zuhud? Pahami Penjelasannya
Untuk menjawab pertanyaan apa itu zuhud, dapat dimulai dengan mengetahui artinya dalam bahasa. Pengertian zuhud menurut bahasa, yaitu menjauhi, menghindari, meninggalkan, atau tidak menyukai.
Adapun pengertian zuhud adalah pola hidup menjaga diri dari pengaruh harta atau masalah keduniawian (materi), melainkan lebih memfokuskan diri pada akhirat. Sebagaimana firman Allah Swt berikut ini.
وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وابقى
Artinya: "Padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal" (QS Al-Ala 87:17).
Zuhud termasuk salah satu ajaran agama Islam yang sangat penting dalam rangka mengendalikan diri dari pengaruh negatif kehidupan dunia.
Agama Islam menganjurkan untuk hidup seimbang antara dunia dan akhirat. Orang yang zuhud dalam bersikap dan berperilaku kesehariannya, tidak meninggalkan urusan dunia.
Mereka tetap melakukan kegiatan dunia untuk bekal menuju akhirat yang abadi. Akan tetapi, orang zuhud lebih mengutamakan atau mengejar kebahagiaan hidup di akhirat yang abadi, daripada mengejar kehidupan dunia yang fana.
Ciri-Ciri Orang Zuhud dan Fungsinya
Berdasarkan buku Be Smart PAI untuk Kelas VIII SMP/MTs, Tuti Yustiani (2008:17), ciri-ciri orang zuhud adalah sebagai berikut.
Tidak menjadikan harta sebagai tujuan, tetapi menjadikan harta sebagai sarana mewujudkan tujuan tersebut.
Tidak meletakkan kebahagiaan pada hal-hal yang bersifat materi.
Lebih mengutamakan akhirat daripada dunia.
Pengabdiannya hanya kepada Allah Swt, dan tidak terpengaruh oleh materi serta kesenangan dunia.
Orientasi hidupnya hanya kepada Allah Swt.
Adapun fungsi sikap zuhud adalah sebagai berikut.
Membuat manusia memikirkan dan merenungi akhirat.
Mengalahkan hawa nafsu manusia.
Menghadirkan perasaan bahwa kenikmatan duniawi tidak boleh memalingkan hati dan zikir kepada Allah Swt.
Memberikan pemahaman sepenuhnya, bahwa dunia adalah perkara yang tidak ada maknanya, dan akan cepat sirna jika dibandingkan dengan yang ada di sisi Allah Swt.
Menghadirkan perasaan bahwa kehidupan di dunia sifatnya hanya sementara, sehingga seseorang akan menganggap cukup (qanaah) terhadap rezeki dan ketentuan Allah Swt.
Melahirkan sikap warak (menjaga diri agar tidak terjatuh kepada yang syubhat), tawakal (berserah diri kepada Allah), sabar, dan syukur.
Baca juga: 5 Contoh Kezuhudan yang Dimiliki Umar bin Khattab dalam Islam
Apa itu zuhud? Zuhud dalam Islam adalah tidak terlalu mengejar kesenangan di dunia, melainkan lebih fokus mengabdikan diri kepada Allah Swt. (DK)
