Konten dari Pengguna

Penggunaan Was dan Were dalam Bahasa Inggris

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penggunaan was dan were. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Kaleidico
zoom-in-whitePerbesar
Penggunaan was dan were. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Kaleidico

Salah satu hal yang harus dikuasai oleh orang yang belajar bahasa Inggris adalah penggunaan was dan were yang benar. Kata was dan were adalah bentuk lampau dari kata kerja to be.

To be ini harus dihapalkan karena seperti yang tertulis dalam buku Sukses Menguasai Bahasa Inggris Tanpa Guru, Halim (2005: 63), bahwa setiap kalimat Bahasa inggris harus mempunyai kata kerja. Was dan were memiliki penggunaan yang berbeda.

Cara Penggunaan Was dan Were dalam Bahasa Inggris

Penggunaan was dan were. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber foto: Pexels/ Nothing Ahead

Was digunakan untuk first person singular (orang pertama tunggal), yaitu I. Serta third person singular (orang ketiga tunggal), meliputi he, she, dan it.

Were digunakan untuk second person singular and plural (orang kedua tunggal dan jamak), meliputi you, your, dan yours. Serta first and third person plural (orang pertama dan ketiga jamak) meliputi we dan they. Berikut ringkasannya.

  • Singular = I was, You were, He was, She was, It was

  • Plural = We were, You were, They were

1. Penggunaan Were

Selain penggunaan sebagai bentuk lampau dari to be, ada juga penggunaan lain dari were yang disebut subjunctive mood. Subjunctive mood, yaitu suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan sesuatu yang tidak nyata atau pengandaian.

Kata kerja ini dibangun dari frasa I were, he were, she were, it were, dan sebagainya. Bentuk ini sering digunakan saat seseorang mengharapkan sesuatu. Berikut contoh penggunaan were.

  • I wish I were rich. (Seandainya saja aku kaya.)

  • I wish it were raining right now. (Seandainya saja hujan turun saat ini.)

  • If I were taller, I could be in the basketball team. (Kalau saja aku lebih tinggi, aku bisa masuk tim bola basket.)

  • I wish I weren’t so shy. (Seandainya saja aku tidak pemalu begini.)

  • She acts as if she were a celebrity. (Dia bertingkah seolah-olah dia adalah selebriti.)

  • If Jane were not married, I would ask her out. (Kalau saja Jane belum menikah, aku akan mengajaknya pergi.)

  • John gambles as if he were a millionaire. (John berjudi seolah-olah dia punya banyak uang.)

  • They wish they were in New York. (Mereka berharap ada di New York saat ini.)

  • The criminals wish they were running free. (Para penjahat itu berharap sekarang mereka bebas berkeliaran di luar.)

2. Penggunaan Was

Was merupakan bentuk lampau dari to be dan tidak bisa digunakan dalam subjunctive mood, karena was hanya berlaku untuk pernyataan yang didasari realita dan fakta. Berikut contoh penggunaan was.

  • When I was in college, I wanted to be a writer. (Waktu aku masih kuliah, aku ingin jadi penulis.)

  • She was my childhood neighbor. (Dia tetanggaku waktu aku masih anak-anak.)

  • Last week, I was swimming with my friends. (Minggu lalu, aku berenang bersama teman-temanku.)

  • I swear my phone was on the table when I went to the toilet. (Sumpah, ponselku tadi ada di meja waktu aku pergi ke toilet.)

  • The winter was too extreme, so they decided to leave until it was over. (Musim dinginnya terlalu ekstrim, jadi mereka memutuskan untuk pergi dulu sampai musim dingin berakhir.)

Baca juga: Cara Mengungkapkan Pendapat dalam Bahasa Inggris dan Contoh Kalimatnya

Itulah cara penggunaan was dan were dalam bahasa Inggris yang benar. Semoga penjelasan tersebut dapat membantu para siswa dalam memahami cara penggunaannya dalam kalimat. (Gin)