Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berkembangnya Islam di Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Bukti-bukti masuknya Islam di Indonesia terlihat dari ditemukannya beberapa peninggalan sejarah Islam, antara lain masjid, kaligrafi, nisan, dan seni sastra.
Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia
Berikut ini adalah penjelasan mengenai peninggalan sejarah Islam di Indonesia menurut buku Seri IPS Sejarah I SMP Kelas VII oleh Drs. Prawoto, M.Pd (2007: 95-98).
Masjid
Masjid adalah bangunan berukuran besar yang digunakan sebagai tempat umat Muslim beribadah. Masjid juga berperan sebagai tempat kegiatan ceramah atau pengajian. Peninggalan sejarah berupa masjid di Nusantara memiliki ciri-ciri berikut:
Atap masjid selalu bersusun (tumpang), seakin ke atas semakin kecil, dan yang paling atas biasanya berbentuk limas. Jumlah susunan atap biasanya ganjil, ada yang tiga susun atau 5 susun, seperti pada Masjid Banten.
Banyak masjid yang membangun menara di sisi kiri atau kanan masjid sebagai bangunan tambahan. Biasanya menara berfungsi sebagai tempat melakukan adzan (seruan untuk melaksanakan shalat).
Masjid biasanya didirikan di tengah-tengah kota atau sedapat mungkin dekat dengan istana. Biasanya terdapat alun-alun atau tanah lapang yang terletak di sebelah utara atau selatan istana. Contoh: Masjid Gedhe Kauman di Yogyakarta yang letaknya berdekatan dengan Keraton Yogyakarta dan Alun-Alun Utara.
Seni Kaligrafi
Kaligrafi adalah seni melukis indah. Seni kaligrafi yang berkembang pada saat Islam masuk ke Indonesia adalah tulisan indah dalam bahasa Arab yang diukirkan pada sebuah batu atau kayu. Seni kaligrafi banyak dituangkan pada ornamen masjid dan makam.
Nisan
Nisan adalah tonggak pendek yang ditanam di atas makam (kubur) untuk mengenan siapa yang dikuburkan pada makam tersebut. Makam bagi raja dbuat megah untuk menggambarkan kehidupannya di istana. Di Indonesia, nisan-nisan bercorak Islam ada yang didatangkan dari Gujarat, India. Hal itu diketahui setelah membandingkan kedua jenis nisan di Indonesia dengan nisan di makam-makam di Gujarat. Contoh: makam Sultan Malik Al-Saleh di Sumatra Utara dan makam Siti Fatimah binti Maimun di Gresik, Jawa Timur.
Seni Sastra
Seni sastra juga mengalami perkembangan pada masa masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia. Contoh karya sastra bercorak Islam di Indonesia antara lain suluk, syair, hikayat, dan babad.
Itulah macam-macam peninggalan sejarah Islam di Indonesia. Semoga dapat menambah wawasan anda mengenai seluk-beluk sejarah perkembangan Islam di Nusantara. (IND)
