Penjelasan 7 Unsur Instrinsik Pada Cerpen dan Novel Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Unsur instrinsik pada cerpen dan novel akan dipelajari dalam pelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Novel dan cerpen merupakan salah satu karya sastra yang saat ini banyak ditulis.
Cerpen dan novel memiliki beragam genre yang dapat dipilih. Baik cerpen dan novel, keduanya pasti memiliki unsur ekstrinsik dan juga intrinsik.
7 Unsur Instrinsik Pada Cerpen dan Novel Bahasa Indonesia
Novel dan cerpen atau cerita pendek adalah karya sastra berjenis prosa. Novel adalah karya sastra yang memiliki cerita panjang dengan banyak halaman. Sementara cerita pendek atau cerpen memiliki jumlah kata yang lebih sedikit dibandingkan dengan novel.
Novel dan cerpen memiliki unsur-unsur pembangun. Unsur pembangun tersebut disebut sebagai unsur ekstrinsik dan intrinsik. Unsur ekstrinsik adalah hal-hal yang berada di luar cerita. Sementara unsur intrinsik adalah unsur yang membangun sebuah karya sastra itu sendiri.
Terdapat tujuh unsur instrinsik pada cerpen dan novel. Berikut penjelasan singkatnya.
1. Tema
Dikutip dari buku Be Smart Bahasa Indonesia untuk Kelas VII SMP/MTs, Kusmayadi, dkk (2008), tema adalah pokok permasalahan sebuah cerita, makna cerita, gagasan sentral, atau dasar cerita.
Tema dalam sebuah cerita biasanya sifatnya tersirat dan dapat dipahami setelah membaca keseluruhan cerita. Tema fiksi diklasifikasikan menjadi tema jasmaniah, organik, sosial, egoik, dan ketuhanan.
2. Alur Cerita
Alur cerita juga disebut sebagai plot. Plot biasanya mengandung unsur jalannya cerita yang dialami tokoh hingga proses penyelesaian konflik yang dialami. Plot atau alur cerita terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap awal, tengah, dan akhir.
3. Tokoh
Setiap cerita pasti memiliki tokoh. Terdapat beberapa klasifikasi tokoh, seperti tokoh utama, tambahan, protagonis, antagonis, sederhana, bulat, statis, berkembang, tipikal, dan netral.
4. Latar
Latar dalam sebuah alur cerpen atau novel terdiri dari berbagai macam. Misalnya, latar fisik, spiritual, netral, dan fungsional.
5. Sudut Pandang
Sudut pandang merupakan cara pandang dalam menyajikan sebuah karya sastra fiksi kepada pembaca. Sudut pandang dapat diklasifikasikan menjadi sudut pandang persona ketiga, sudut pandang persona pertama, sudut pandang persona kedua, dan suit pandang campuran.
6. Gaya Bahasa
Gaya bahasa adalah unsur yang dapat menjadikan suatu alur cerita menjadi lebih menarik. Gaya bahasa dapat dilihat dari pemilihan kata atau diksi, hingga struktur kalimatnya.
7. Moral
Moral merupakan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Pesan atau moral biasanya berbentuk implisit.
Baca juga: Apa Itu Buku Roman dan Perbedaannya dengan Novel
Demikian unsur instrinsik pada cerpen dan novel. Semoga penjelasan tadi dapat menambah wawasan seputar karya sastra bahasa Indonesia. (FAR)
