Penjelasan Anggota Sistem Tata Surya dan Teorinya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika memandang ke langit, akan terlihat berbagai benda langit seperti matahari, bulan, bintang, dan planet. Semua benda tersebut merupakan tata surya. Jelaskan anggota sistem tata surya kita!
Selain terlihat menakjubkan, benda-benda langit tersebut juga penting untuk dipelajari. Salah satu alasannya adalah untuk menambah wawasan.
Penjelasan Anggota Sistem Tata Surya
Jelaskan anggota sistem tata surya kita! Dikutip dari Mengenal Tata Surya, Sholeh (2015:4), tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri dari sebuah bintang, yaitu Matahari dan semua objek lain yang terikat oleh gaya gravitasi Matahari.
Berikut ini adalah planet-planet dalam tata surya dan jaraknya dari Matahari:
Merkurius (57,9 juta km)
Venus (108 juta km)
Bumi (150 juta km)
Mars (228 juta km)
Jupiter (779 juta km)
Saturnus (1430 juta km)
Uranus (2880 juta km)
Neptunus (4500 juta km)
Selain planet-planet tersebut, ada beberapa planet kerdil dalam tata surya seperti Ceres, Pluto, Haumea, Makemake, dan Eris. Berikut adalah penjelasan anggota sistem tata surya:
1. Matahari
Matahari adalah bintang yang menjadi pusat tata surya. Matahari berdiameter sekitar 1.392.683 km. Elemen yang menyusun Matahari antara lain adalah hidrogen dan helium.
2. Planet
Planet bergerak mengitari Matahari. Planet memiliki lintasan dan orbitnya masing-masing yang berbentuk elips.
3. Satelit
Satelit merupakan benda atau objek langit yang mengitari planet. Satelit dibagi menjadi satelit alam seperti bulan dan Titan, serta satelit buatan seperti satelit komunikasi.
4. Asteroid
Asteroid merupakan bongkahan batu yang bentuknya tidak beraturan. Asteroid adalah sisa pembentukan tata surya.
5. Komet
Komet sering disebut sebagai bintang berekor. Komet adalah benda langit yang mengelilingi Matahari dengan orbit berbentuk elips.
6. Meteor
Meteor adalah benda angkasa yang masuk ke dalam atmosfer Bumi. Meteor akan mengalami gesekan dengan udara di atmosfer sehingga meteor menjadi panas dan terbakar. Meteor yang tidak habis terbakar dan mendarat di permukaan Bumi disebut meteorit.
Teori Terbentuknya Tata Surya
Suartini dalam Rangkuman Fisika SMP (2010:349) menjelaskan ada beberapa teori terbentuknya tata surya sebagai berikut:
Teori Kondensasi: tata surya terbentuk dari pemampatan gumpalan awan gas dan debu.
Teori Bintang Kembar: tata surya terbentuk dari dua buah bintang kembar yang salah satunya meledak menjadi bagian kecil yang disebut planet dan bintang satunya adalah Matahari.
Teori Pasang Surut: awalnya tata surya terdiri dari dua Matahari. Gaya gravitasi dari salah satu Matahari menarik massa Matahari lainnya menjadi serpihan-serpihan yang secara perlahan menggumpal membentuk planet.
Teori Planetesimal: tata surya terbentuk dari benda angkasa yang berukuran kecil.
Teori Nebula: tata surya terbentuk dari gumpalan-gumpalan gas.
Baca juga: 8 Struktur Matahari beserta Fungsinya dalam Sistem Tata Surya
Jelaskan anggota sistem tata surya kita! Tata surya terdiri dari Matahari, planet, satelit, asteroid, komet, dan meteor. (KRIS)
