Penjelasan Apa yang Dimaksud Sudut Pandang Orang Pertama dan Jenis-Jenis Lainnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika menulis suatu karya sastra, sudut pandang tidak boleh dilewatkan. Sudut pandang memiliki beberapa jenis. Salah satunya adalah sudut pandang orang pertama. Apa yang dimaksud sudut pandang orang pertama?
Sudut pandang adalah unsur yang harus sangat diperhatikan. Hal itu karena alur sebuah cerita bergantung dengan sudut pandang yang dibawakan oleh penulis.
Ketahui Apa yang Dimaksud Sudut Pandang Orang Pertama
Jika gemar membaca atau menulis karya sastra, mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah sudut pandang. Dikutip dari buku Konsep Dasar Kesusastraan: Paling Mutakhir, Damariswara (2018), sudut pandang adalah cara pengarang menampilkan para pelaku dalam cerita yang dipaparkannya (Aminuddin, 2013:90).
Sudut pandang tersebut merupakan teknik yang digunakan oleh penulis dalam menampilkan para tokoh dalam suatu cerita. Dengan sudut pandang tersebut, penulis dapat menempatkan tokoh dalam posisi-posisi tertentu.
Sudut pandang memiliki beberapa jenis. Salah satu contohnya adalah sudut pandang orang pertama. Apa yang dimaksud sudut pandang orang pertama?
Sudut pandang orang pertama digunakan oleh penulis untuk menampilkan tokoh-tokoh dengan menggunakan orang pertama. Untuk memperlihatkan sudut pandang orang pertama digunakan kata “aku”, “saya”, maupun “beta”.
Sudut pandang orang pertama memiliki beberapa ciri khas. Berikut ciri-cirinya.
Narrator menjadi tokoh yang turut terlibat dalam cerita.
Mengisahkan suatu peristiwa yang diketahui, dilihat, didengar, dirasakan, dan lain sebagainya yang dilakukan oleh tokoh “aku” terhadap tokoh lain
Jenis-Jenis Sudut Pandang dalam Karya Sastra
Selain sudut pandang orang pertama, ada jenis-jenis lainnya. Berikut jenis-jenis sudut pandang lain.
1. Sudut Pandang Orang Kedua
Pada suatu karya sastra, biasanya hanya menggunakan sudut pandang orang pertama dan ketiga. Sudut pandang orang kedua hanya menjadi selingan. Berbeda dengan sudut pandang orang pertama, sudut pandang orang kedua menggunakan kata “kau”. Contohnya adalah kalimat berikut ini “Sejak dua jam yang lalu, kau sibuk bersolek di depan cermin”.
2. Sudut Pandang Orang Ketiga
Sudut pandang orang ketiga menggunakan kata ganti “ia”, “dia”, atau “mereka”. Perbedaan sudut pandang orang ketiga dibandingkan dengan sudut pandang lainnya adalah kebebasan peran di suatu cerita. Contohnya adalah “Ia pergi ke kota itu untuk mengadu nasib”.
Baca juga: Unsur-Unsur Legenda dengan Jenis dan Cirinya dalam Bahasa Indonesia
Apa yang dimaksud sudut pandang orang pertama? Merupakan sudut pandang yang menggunakan kata ganti aku atau saya. Semoga penjelasan tadi dapat menambah wawasan seputar karya sastra. (FAR)
