Konten dari Pengguna

Penjelasan Bunyi Hukum Bejana Berhubungan dalam Fisika

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bunyi Hukum Bejana Berhubungan. (Foto: geralt by https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bunyi Hukum Bejana Berhubungan. (Foto: geralt by https://pixabay.com/id/)

Pernahkah kamu melihat dua bejana atau lebih yang bagian dasarnya saling berhubungan? Ya, bejana tersebut dikenal dengan bejana berhubungan. Pengertian bejana berhubungan adalah beberapa bejana yang bagian bawahnya dihubungkan satu sama lain dan bagian atasnya dibiarkan terbuka. Benda ini memiliki hukum khusus yang berbunyi “Apabila ke dalam bejana berhubungan diisi dengan zat cair sejenis dalam keadaan diam maka permukaan zat cair selalu terletak pada satu bidang datar”. Pemanfaatan benda dan hukum ini dapat kita temukan di kehidupan sehari-hari, seperti pada waterpass, ceret (teko air), sistem pengairan PAM, air mancur, dan pada pipa berbentuk U. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai bunyi hukum bejana berhubungan.

Penjelasan Hukum Bejana Berhubungan pada Pembelajaran Fisika

Ilustrasi Bunyi Hukum Bejana Berhubungan. (Foto: geralt by https://pixabay.com/id/)

Apa yang dimaksud dengan bejana berhubungan? Dikutip dari buku Be Smart Ilmu Pengetahuan Alam yang ditulis oleh Dian Surdijhani, dkk (2007: 144), dalam fisika, bejana berhubungan adalah beberapa bejana yang bagian bawahnya dihubungkan satu sama lain dan bagian atasnya dibiarkan terbuka. Berikut adalah bunyi hukum bejana berhubungan:

Apabila ke dalam bejana berhubungan diisi dengan zat cair sejenis dalam keadaan diam, maka permukaan zat cair selalu terletak pada satu bidang zat.

Hukum bejana berhubungan tidak berlaku jika bejana diisi oleh zat cair yang berbeda, tetapi memenuhi hukum hidrostatika saja. Berikut adalah rumus hukum bejana berhubungan dengan cairan yang berbeda:

P1 = P2

p1 x g x h1 = p2 x g x h2

p1 x h1 = p2 x h2

Air dalam bejana berhubungan selalu membentuk permukaan datar. Hal tersebut sesuai dengan hukum bejana berhubungan yang sudah dijelaskan sebelumnya. Sifat bejana berhubungan tidak berlaku dalam kondisi berikut:

  • Bejana berhubungan berisi lebih dari satu macam zat cair yang tidak dapat bercampur.

  • Salah satu mulut bejana berhubungan tertutup sehingga tekanan di permukaan zat cair tidak sama.

  • Jika dalam bejana berhubungan terdapat pipa kapiler.

  • Jika zat cair dalam bejana berhubungan digoncang-goncangkan atau zat cairnya bergerak.

Bunyi hukum bejana berhubungan adalah apabila ke dalam bejana berhubungan diisi dengan zat cair sejenis dalam keadaan diam, maka permukaan zat cair selalu terletak pada satu bidang zat. Semoga bermanfaat! (CHL)