Konten dari Pengguna

Penjelasan Horst dan Graben dalam Pembelajaran Geografi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Horst dan Graben dalam Pembelajaran Geografi. (Foto: TimHill by https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Horst dan Graben dalam Pembelajaran Geografi. (Foto: TimHill by https://pixabay.com/id/)

Permukaan bumi selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Meskipun perlahan dan dalam jangka waktu yang lama, perubahan tersebut pasti terjadi. Adapun perubahan permukaan bumi dapat disebabkan oleh adanya tenaga endogen dan eksogen. Salah satu contoh tenaga endogen meliputi vulkanisme dan tektonisme (horst dan graben).

Tektonisme adalah proses yang terjadi akibat pergerakan, pengangkatan, lipatan, dan patahan pada struktur tanah di suatu daerah. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai perubahan permukaan bumi.

Baca juga: Mengenal Danau, Cekungan di Darat yang Terisi Air

Pembahasan Horst dan Graben dalam Geografi

Ilustrasi Horst dan Graben dalam Pembelajaran Geografi. (Foto: nikolausbader by https://pixabay.com/id/)

Secara garis besar gerakan tektonisme terbagi menjadi dua, yaitu gerakan vertikal yang lambat dan meliputi daerah yang luas (epirogenesis) dan gerakan yang cepat dan hanya meliputi daerah yang relatif sempit (orogenesis). Orogenesis banyak dijumpai di dunia, sebagaimana yang terlihat dari persebaran di pegunungan.

Dikutip dari buku Cara Mudah Menghadapi Ujian Nasional 2008 Geografi SMA/MA yang ditulis oleh Amir Khosim dan Sriyanto, orogenesis dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu pelengkungan (warping), lipatan (folding), dan patahan (faulting). Horst dan graben merupakan contoh dari patahan.

Horst adalah bagian antara dua patahan yang mengalami pengangkatan, sehingga lebih tinggi dari daerah sekitarnya, sementara graben/slenk merupakan suatu depresi yang terbentuk antara dua patahan yang naik (horst).

Contoh patahan horst dan graben di Indonesia adalah Sesar Semangko atau Patahan Semangko di Pulau Sumatra. Sesar Semangko melintang dari Aceh ke Lampung, membentuk horst dan graben yang besar dan berselang-seling. Bentuk akhir horst dan grabennya terlihat seperti membentuk pegunungan yang kita kenal sebagai Pegunungan Barisan.

Contoh lain permukaan bumi yang terbentuk dari patahan horst dan graben adalah:

  1. Laut mati dan lembah kematian di perbatasan Yordania dan Palestina

  2. Pegunungan Black Forest di bagian barat daya Jerman

  3. Pegunungan Vosges di bagian timur Perancis

  4. Perbukitan Rentang Satpura di India

  5. Dataran tinggi Palestina

Semoga informasi mengenai horst dan graben dalam pelajaran geografi di atas bermanfaat bagi kamu! (CHL)