Penjelasan Isi Perjanjian Renville dan Tanggapan Rakyat Indonesia dalam Sejarah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jelaskan isi Perjanjian Renville serta tanggapan rakyat Indonesia. Salah satu isi Perjanjian Renville adalah belanda hanya mengakui Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatra sebagai bagian dari Indonesia.
Perjanjian Renville ini dilatarbelakangi oleh sengketa yang terjadi antara Indonesia dengan Belanda. Penyebabnya adalah Agresi Militer Belanda I yang terjadi pada 12 Juli 1947.
Jelaskan Isi Perjanjian Renville serta Tanggapan Rakyat Indonesia
Perjanjian Renville adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia pasca kemerdekaan. Menurut Buku Pedoman Umum Pelajar RIPUL, Tri Astuti, S.Pd.I (2015: 193), untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata dan sengketa antara Indonesia dengan Belanda, PBB membentuk Komite Tiga Negara atau KTN yang beranggotakan Belgia, Australia, dan Amerika Serikat.
Anggota KTN dipilih sendiri oleh Indonesia dan Belanda. Indonesia memilih Australia yang diwakili Richard Kirby. Belanda memilih Belgia yang diwakili oleh Paul van Zeeland. Australia dan Belgia lalu memilih Amerika Serikat yang diwakili oleh Frank Porter Graham.
KTN mengajukan usulan agar perundingan dilaksanakan di kapal perang USS Renville milik Amerika Serikat. Dalam perundingan tersebut Indonesia diwakili oleh Amir Syarifuddin, sedangkan Belanda diwakili oleh R. Abdulkadir Wijoyoatmojo.
Perjanjian Renville ditandatangani pada 17 Januari 1948. Jelaskan isi perjanjian Renville serta tanggapan rakyat Indonesia! Isi perjanjian Renville adalah sebagai berikut.
Belanda hanya mengakui wilayah RI atas Jawa Tengah, Yogyakarta, sebagian kecil Jawabart, Jawa Timur, dan Sumatra.
Tentara Republik Indonesia (TRI) harus ditarik mundur dari daerah-daerah yang diduduki Belanda.
Dampak dari perjanjian tersebut adalah wilayah Indonesia yang semakin sempit sehingga merugikan Indonesia. Menurut buku Sejarah 3 SMA Kelas XII Program Ilmu Sosial, Drs. Sardiman, A.M., M.Pd (2008:58), dampak lain dari Perjanjian Renville, anggota TNI yang masih berada di wilayah kantong yang dikuasai Belanda harus ditarik masuk ke wilayah RI.
Perjanjian Renville mendapatkan tantangan sehingga muncul mosi tidak percaya pada kabinet Amir Syafruddin. Pada tanggal 23 Januari 1948, Amir Syafruddin menyerahkan mandatnya kembali kepada Presiden.
Baca juga: 5 Dampak Salah Satu Perundingan bagi Indonesia dan Belanda di Linggarjati
Itulah jawaban untuk pertanyaan jelaskan isi Perjanjian Renville serta tanggapan rakyat Indonesia. Semoga dapat memberikan wawasan mengenai Perjanjian Renville dalam sejarah Indonesia. (IND)
