Konten dari Pengguna

Penjelasan Kalimat Kullu Nafsin Dzaiqotil Maut dalam Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kullu nafsin dzaiqotil maut. Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Kullu nafsin dzaiqotil maut. Sumber: pixabay.com

Secara umum, kalimat kullu nafsin dzaiqotil maut artinya adalah kematian akan menghampiri setiap jiwa. Jadi, dalam kalimat ini dijelaskan bahwa setiap umat muslim wajib menyadari akan datangnya kematian suatu hari nanti. Mengapa begitu? Hal ini karena masih banyak manusia yang sering kali melupakan kematian sebagai sebuah takdir sehingga ia hanya fokus pada urusan duniawi sehingga melupakan bekal untuk di akhirat nanti.

Takdir tentang kematian ini terdapat dalam firman Allah SWT pada Surat An-Nisa ayat 78 yang berbunyi.

اَيْنَمَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ

Artinya, “Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh.”

Penjelasan Kalimat Kullu Nafsin Dzaiqotil Maut dalam Bahasa Indonesia

Kullu nafsin dzaiqotil maut. Sumber: pixabay.com

Kalimat kullu nafsin dzaiqoitil maut artinya terdapat dalam Surat Ali Imran ayat 185 yang berbunyi sebagai berikut.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Kullu nafsin dzaiqatul maut. Wa innama tuwaffauna ujurakum yaumal-qiyamati faman zuhziha ani-nari wa udkhilal-jannata faqad faaza. Wa mal hayatuddunya illa mata’ul-ghurur.

Artinya, “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Dan sesungguhnya kalian akan dibayar dengan balasan penuh di hari kebangkitan. Maka barangsiapa yang telah dikeluarkan dari api neraka dan diizinkan untuk masuk surga, sungguh dia sangat beruntung. Dan kehidupan dunia ini tidak lain adalah suatu tipuan.”

Mengutip dari buku Kiat Membersihkan Hati Dari Kotoran dan Maksiat karya Hilman Subagyo dan Ibn Qayyim al-Jauzah (2008), setiap manusia tentunya akan menghadapi kematian. Hal ini karena kematian adalah takdir umum yang menghampiri setiap jiwa. Dari ayat tersebut, dapat terlihat bahwa setelah kehidupan di dunia akan ada tahap penerimaan hasil dari segala perbuatan yang kita lakukan.

Dari ulasan tentang Kalimat Kullu Nafsin Dzaiqotil Maut dalam Bahasa Indonesia, kita perlu mengetahui bahwa dunia adalah hal yang fana. Segala kesenangan duniawi yang bersifat material sifatnya hanya sementara saja sehingga alangkah lebih baiknya jika kita menyiapkan bekal setelah kematian. (Anne)