Penjelasan Lengkap tentang Lama Pelaksanaan Puasa Idul Adha dan Keutamannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa Idul Adha berapa hari? Pertanyaan tersebut banyak dilontarkan umat Islam dalam menjalankan ibadah sunnah menjelang datangnya Idul Adha. Sebagaimana yang kita ketahui, Dzulhijjah merupakan bulannya Idul Adha. Sebelum Idul Adha tiba, umat Islam dianjurkan untuk menjalankan puasa sunnah, sebab banyak sekali keutamaan yang ada di dalamnya. Untuk mengetahui lebih jelas tentang lama pelaksanaan puasa Idul Adha, simak penjelasannya di bawah ini!
Penjelasan Lengkap tentang Lama Pelaksanaan Puasa Idul Adha dan Keutamannya
Bulan Dzulhijjah merupakan bulan ke dua belas dan menjadi bulan terakhir dalam penanggalan Hijriyah. Dzulhijjah dikenal sebagai bulannya haji. Selain itu, dalam bulan Dzulhijjah terdapat sebuah hari yang dirayakan seluruh umat Islam di dunia. Hari tersebut bernama Idul Adha yang terjadi pada tanggal 10 Dzulhijjah.
Sebelum pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk menunaikan puasa sunnah. Seperti yang dikutip dari buku Rahasia dan Keutamaan Puasa Sunah karya Abdul Wahid (2019:140), sebelum Hari Raya Idul Adha, terdapat sebuah puasa sunnah yang dapat dilaksanakan umat Islam, yakni dilaksanakan pada hari-hari awal bulan Dzulhijjah lebih tepatnya dilaksanakan pada tanggal 1-9 Dzulhijjah.
Amalan tersebut sering dilaksanakan Rasulullah SAW semasa hidupnya. Seperti dalam sebuah hadits dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis.” (HR. Abu Daud no. 2437 dan An-Nasa’i no. 2374)
Lalu apa saja keutamaan jika seorang umat Islam menjalankan ibadah puasa sunnah selama 9 hari pada awal bulan Dzulhijjah?
1. Amalan yang Dicintai Allah SWT
Pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari merupakan sebuah hari di mana amalan soleh yang dilakukan lebih dicintai Allah SWT dari hari-hari lainnnya. Sebagaimana yang dijelaskan Ibu’ Abbas ra., Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada satu amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shalih yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah pun tidak bisa mengalahkan kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali sedikit pun.” (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968)
2. Menghapus Dosa Satu Tahun yang Lalu dan Akan Datang
Pada hari ke-9 bulan Dzulhijjah atau yang dikenal dengan hari arafah, merupakan hari yang sangat ditekankan untuk menunaikan puasa sunnah. Paslnya, berpuasa pada hari dapat menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan akan datang.
Sebagaiman yang dijelaskan Abu Qotadah, Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)
Semoga dengan mengetahui lama waktu puasa Idul Adha dan keutamaanya dapat menambah semangat dalam melaksanakan amalan sunnah yang juga dilaksanakan Rasulullah SAW. (MZM)
