Penjelasan Letak Astronomis Indonesia dan Dampaknya bagi Kehidupan Sehari-hari

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jelaskan letak astronomis Indonesia! Pertanyaan ini muncul karena setiap daerah di bumi dikaji berdasarkan 2 hal, yakni secara astronomis dan geografis. Keduanya memiliki dampak bagi sebuah daerah.
Letak astronomi Indonesia memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari. Inilah yang membuat letak astronomi sangat penting diketahui.
Letak Astronomis Indonesia
Dikutip dari buku IPS Terpadu untuk SMP dan MTs Kelas VIII, Y. Sri Pujiastuti, dkk (2007), letak astronomis adalah letak mutlak (absolut) suatu tempat yang ditentukan oleh jaring-jaring derajat lintang dan bujur.
1. Garis Lintang
Garis lintang membagi struktur bumi menjadi 2 bagian sama besar yaitu antara utara dan selatan. Garis lintang sejajar dengan garis khayal khatulistiwa (equator) yang membentang hingga kutub selatan dan kutub utara.
2. Garis Bujur
Garis bujur adalah suatu garis khayal yang ditarik dari ujung kutub utara sampai ke kutub selatan yang digunakan untuk menentukan lokasi di bumi.
Garis bujur menggambarkan lokasi sebuah tempat di timur atau barat Bumi dari sebuah garis utara-selatan yang disebut Meridian Utama. Garis Bujur dihitung berdasarkan pengukuran sudut dari 0° di Meridian Utama ke +180° arah timur dan −180° arah barat.
Indonesia sendiri memiliki letak astronomis berada pada titik 6° Lintang Utara (LU) – 11° Lintang Selatan (LS). Sedangkan garis bujurnya antara 95° Bujur Timur (BT) – 141° Bujur Timur (BT).
Pengaruh Letak Astronomis Indonesia
Dampak dari letak astronomis Indonesia ternyata berpengaruh besar terhadap berbagai bidang, yakni:
Pembagian Waktu
Di Indonesia terbagi menjadi 3 wilayah waktu, yakni Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia bagian Timur (WIT)
Daerah Waktu Indonesia bagian Barat, berbatasan dengan garis 105° BT. Wilayahnya meliputi Sumatra, Jawa, Madura, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat (GMT + 7 jam).
Daerah Waktu Indonesia bagian Tengah, berbatasan dengan garis 120° BT. Wilayahnya meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi (GMT + 8 jam).
Daerah Waktu Indonesia bagian Timur, berbatasan dengan garis 135°BT. Wilayahnya meliputi Maluku dan Papua (GMT + 9 jam)
Iklim Tropis
Indonesia terletak di sepanjang garis khatulistiwa. Dampaknya, Indonesia memiliki musim tropis yang memperoleh sinar matahari sepanjang waktu.
Iklim ini memiliki dua musim tiap tahunnya yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim kemarau biasanya terjadi antara bulan Maret sampai Agustus. Sedangkan musim hujan biasanya terjadi antara bulan September sampai Februari.
Kekayaan Flora dan Fauna
Akibat dari iklim tropis, membuat Indonesia kaya akan flora dan fauna. Hal ini disebabkan karena cahaya matahari yang melimpah. Selain itu, curah hujan yang tinggi tumbuhnya berbagai flora sebagai sumber makanan dan fauna yang memakannya.
Baca Juga: Pengaruh Letak Geografis Indonesia terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat
Ternyata, letak astronomis Indonesia memiliki dampak yang cukup besar bagi kehidupan dalam kehidupan sehari-hari. Letak astronomis di equator membuat Indonesia kaya akan cahaya matahari dan memiliki bentang alam yang indah. (MZM)
