Konten dari Pengguna

Penjelasan mengenai Bayar Utang Puasa Dulu atau Puasa Syawal

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bayar Utang Puasa Dulu atau Puasa Syawal  Foto:Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bayar Utang Puasa Dulu atau Puasa Syawal Foto:Unsplash

Karena berbagai alasan, sebagian umat Muslim tidak dapat berpuasa selama sebulan penuh Ramadhan. Islam memberi keringanan untuk membayar puasa setelah kita dalam kondisi mampu berpuasa. Simak penjelasan mengenai bayar utang puasa dulu atau puasa Syawal dalam artikel berikut ini.

Bayar Utang Puasa Dulu atau Puasa Syawal?

Ilustrasi Bayar Utang Puasa Dulu atau Puasa Syawal Foto:Unsplash

Terkadang umat Islam lebih bersemangat dalam mengejar keutamaan puasa Syawal daripada menunaikan utang puasa mereka. Bayar utang puasa dulu atau puasa Syawal? Simak penjelasannya melalui tulisan berikut ini.

Untuk menjawab pertanyaan bayar utang puasa dulu atau puasa Syawal, kita pahami dulu hukum qadha (pembayaran utang) puasa Ramadhan dan puasa Syawal. Diambil dari buku Saleha Is Me #2 yang disusun oleh Muslimah Talk (2015:46), qadha puasa adalah dzimmah (kewajiban), sedangkan puasa Syawal hukumnya sunnah.

Dalil yang memperkuat kewajiban mengganti puasa yang ditinggalkan adalah QS Al-Baqarah:185 berikut ini.

"Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain..."(QS Al-Baqarah:185).

Ilustrasi Bayar Utang Puasa Dulu atau Puasa Syawal Foto:Unsplash

Dengan demikian, kita tidak boleh mendahulukan puasa Syawal sebelum mengqadha puasa atau membayar utang puasa. Karena jika kita berpuasa Syawal sebelum melunasi utang puasa, artinya kita mendahulukan yang sunnah daripada yang wajib.

Terlebih jika kita mengetahui keutamaan yang dimiliki puasa Syawal dalam hadist berikut ini.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh"(HR Muslim).

Dalam hadist disebutkan, untuk mendapatkan keutamaan puasa setahun penuh, maka puasa Ramadhan harus diselesaikan secara sempurna lebih dulu, baru diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal. Karena umur merupakan misteri Allah Swt, maka kita wajib mendahulukan yang wajib daripada yang sunnah.

Baca juga: Niat Puasa Ganti Ramadhan untuk Bayar Utang Puasa Tahun Lalu.

Demikian penjelasan mengenai bayar utang puasa dulu atau puasa Syawal yang wajib diketahui umat Islam. Walaupun waktu pembayaran utang puasa Ramadhan terbentang luas selama 11 bulan, namun alangkah baiknya jika kita menyegerakan kewajiban pelunasan.(DK)