Penjelasan Mengenai Gerak Berjalan dalam Ilmu Fisika

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jelaskan mengenai gerak berjalan dalam ilmu fisika! Berjalan adalah salah satu aktivitas yang erat kaitannya dengan gaya gravitasi. Hampir setiap hari manusia berjalan untuk memenuhi kebutuhannya.
Jika dilihat dari segi kesehatan, orang yang gemar berjalan memiliki tubuh yang lebih sehat dibandingkan orang yang lebih banyak diam di tempat. Lalu, bagaimana penjelasan tentang kegiatan berjalan dalam ilmu fisika?
Hukum Gerak dalam Ilmu Fisika
Sebelum mengetahui gerak berjalan kaki, sebaiknya pahami terlebih dahulu dasar gerak dalam ilmu fisika. Gerak adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana benda atau orang dapat berpindah tempat.
Pembahasan tentang gerak dikembangkan sejak 300 tahun yang lalu oleh Isaac Newton. Menurut ilmuwan tersebut, benda bergerak berdasarkan tiga hukum dasar, yakni Hukum Inersia, Hukum Kekuatan, dan Hukum Roket.
Mengutip buku Cara Cepat & Mudah Taklukkan Fisika SMA, Hendri Hartanto (2015), Hukum Inersia menjelaskan bahwa segala sesuatu akan bergerak dalam garis lurus dengan kecepatan yang sama. Contohnya, bola yang ada di atas lapangan rumput akan tetap diam jika tidak ada yang memberikan sentuhan.
Hukum Kekuatan menjelaskan bahwa apabila sesuatu tidak bergerak dalam garis lurus, maka akan ada gaya bekerja padanya untuk mengganti arahnya. Adapun Hukum Roket adalah hukum yang menjelaskan bahwa setiap aksi pasti ada reaksi.
Gerak Berjalan dalam Ilmu Fisika
Saat seseorang melakukan gerak berjalan, maka ia mendorong kakinya untuk menjauh dari tanah. Caranya yaitu dengan mengeluarkan tambahan sekitar 20 kg selain bobot tubuhnya.
Itulah alasan mengapa, kaki memberikan tekanan yang lebih besar ke tanah saat sedang bergerak dibandingkan dengan saat seseorang berdiri. Saat posisi yang demikian, gaya tegak lurus dari pusat atau gravitasi akan berada di luar alas kaki secara alami.
Alhasil, orang tersebut pasti akan jatuh ke depan. Meskipun demikian, begitu orang tersebut mulai berjalan, maka kaki kirinya yang awalnya tertahan akan digerakkan ke depan hingga posisinya bisa tegak lurus dengan pusat gravitasi.
Jadi, gaya tegak lurus tersebut terjadi pada luas permukaan yang menghubungkan titik-titik penopang kedua kaki dan dibatasi oleh garis-garis. Alhasil, keseimbangan tubuh bisa diatur dengan baik dan orang tersebut dapat melangkah maju.
Kegiatan ini cukup melelahkan jika dilakukan dalam durasi yang lama. Namun, tetap harus dilakukan jika ingin berpindah tempat.
Baca juga: Pengertian dan Contoh Gerak Lurus Berubah Beraturan dalam Ilmu Fisika
Penjelasan mengenai gerak berjalan dalam ilmu fisika yang dibahas sangat mudah dipahami. Secara umum, hukum gerak dalam sains ada tiga, yakni Hukum Inersia, Hukum Kekuatan, dan Hukum Roket. (DLA)
