Penjelasan Mengenai Hakikat Ilmu Fisika dan Metode Ilmiahnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jelaskan mengenai hakikat ilmu Fisika! Pertanyaan ini diajukan dalam materi IPA untuk siswa kelas 10.
Siswa akan mempelajari mengenai hakikat ilmu Fisika dan metode ilmiah yang digunakan. Dengan mengetahui dasar Fisika, diharapkan siswa dapat menerapkannya di kehidupan sehari-hari.
Jelaskan Mengenai Hakikat Ilmu Fisika! Simak Penjelasannya
Kata "fisika" berasal dari istilah dalam bahasa Yunani "fysis", yang artinya "alam". Berdasarkan Buku Siswa Fisika SMA/MA Kelas 10, Suprihanto, Winarso (2021:2), berikut adalah jawaban untuk soal jelaskan mengenai hakikat ilmu Fisika.
Fisika merupakan salah satu cabang ilmu dari sains. Hal ini menyebabkan hakikat fisika sama dengan hakikat sains itu sendiri, yaitu ilmu yang mempelajari gejala alam melalui pengamatan, eksperimen, dan analisis.
Produk fisika terdiri dari konsep, hukum, dan teori. Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, misalnya hukum kekekalan energi.
Contoh konsep pada fisika adalah konsep gaya, kecepatan, percepatan, momentum, massa jenis, dan energi. Suatu hukum selalu melibatkan konsep-konsep yang saling berhubungan.
Contohnya hukum Archimedes, yang menyatakan perilaku benda jika berada dalam fluida selalu melibatkan konsep gaya, percepatan gravitasi, volume, dan massa jenis benda.
Ilmu Fisika pada hakikatnya merupakan sebuah produk atau kumpulan pengetahuan (a body of knowledge), sikap atau cara berpikir (a way of thinking), dan proses atau cara untuk menyelidiki (a way of investigating).
Metode Ilmiah Ilmu Fisika
Fisika adalah ilmu pengetahuan yang berkembang melalui proses atau metode ilmiah. Langkah-langkah utama metode ilmiah adalah sebagai berikut.
Melaksanakan pengamatan atau observasi. Ada dua cara yang dapat dilakukan dalam tahap pengamatan, yaitu pengamatan kuantitatif (data angka), dan kualitatif (menggunakan indera manusia).
Merumuskan masalah. Ketentuannya adalah pertanyaan yang diajukan harus jelas, tidak menimbulkan penafsiran ganda, dan dinyatakan dengan apa, siapa, kapan, dan bagaimana.
Mengumpulkan informasi atau kajian pustaka. Kajian pustaka dapat dilakukan dengan mengambil informasi dari buku-buku atau informasi dari situs-situs ilmiah di internet.
Membuat hipotesis atau dugaan sementara. Kebenaran hipotesis harus diuji lebih lanjut melalui proses penelitian yang seksama.
Melakukan eksperimen atau percobaan. Eksperimen dirancang dan kemudian dilakukan untuk menguji hipotesis yang sudah dirumuskan.
Menganalisis data. Tujuan analisis data adalah untuk menjelaskan suatu data agar lebih mudah dipahami dan selanjutnya agar dapat dibuat kesimpulan.
Menarik kesimpulan. Kesimpulan penelitian adalah pernyataan singkat tentang hasil analisis data dan pembahasan tentang hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan.
Mengulangi kerja ilmiah. Eksperimen dapat dilakukan berulang kali untuk memperkuat keyakinan.
Baca juga: Penerapan Ilmu Fisika dalam Bidang Kesehatan
Jelaskan mengenai hakikat ilmu Fisika! hakikat fisika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang materi dan energi, serta interaksi keduanya melalui proses atau metode ilmiah.(DK)
