Penjelasan Mengenai Kelemahan Sejarah sebagai Seni

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah memiliki peran penting dalam kehidupan manusia karena dengan sejarah manusia bisa mengerti kehidupan masa lalu. Sejarah sendiri bisa dipandang sebagai sebuah seni. Akan tetapi memiliki beberapa kelemahan. Berikut ini yang termasuk kelemahan sejarah sebagai seni adalah sebagai berikut.
Pengertian Sejarah Sebagai Seni
Sebelum membahas apa saja kelemahan sejarah sebagai seni, lebih baik kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan sejarah sebagai seni.
Dikutip dari buku Sejarah Untuk Kelas 1 SMA Karya M. Habib Mustopa, (2005) dijelaskan bahwa sejarah sebagai seni sebab dalam rangka penulisan sejarah, seorang sejarawan memerlukan intuisi, imajinasi, emosi dan gaya bahasa.
1. Intuisi
Sejarawan memerlukan intuisi atau ilham, yaitu pemahaman langsung dan insting selama masa penelitian berlangsung. Sering kali dalam rangka memilih suatu penjelasan sejarawan juga memerlukan intuisi. Dalam hal ini, cara kerja sejarawan sama dengan cara kerja seorang seniman.
Walaupun demikian, dalam menuliskan hasil karyanya seorang sejarawan harus tetap berpijak kepada data yang telah diperolehnya.
2. Imajinasi
Dalam melakukan pekerjaannya seorang sejarawan harus dapat membayangkan apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sedang terjadi, dan apa yang terjadi sesudah itu. Misalnya, dalam rangka menggambarkan Perang Aceh, ia harus mampu berimajinasi mengenai pantai, hutan, desa, meunasah, istana, masjid, dan bukit-bukit.
Ia mungkin akan bisa memahami Teuku Umar melalui pemahaman imajinernya tentang pantai, perlawanan Tjoet Nyak Dhien melalui hutannya dan cita-cita perang sabil lewat imajinasinya tentang desa, meunasah, dan masjid.
3. Emosi
Pada masa penulisan sejarah zaman Romantik, yaitu pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, sejarah dianggap sebagai cabang dari sastra. Akibatnya, dalam penulisan sejarah disamakan dengan menulis sastra. Oleh karena itu, dalam penulisan sejarah harus dengan keterlibatan emosional.
Seorang yang membaca sejarah penaklukan Meksiko, jatuhnya Romawi, pelayaran orang Inggris ke Amerika, harus dibuat seolah-olah hadir dan menyaksikan sendiri peristiwa itu.
Dalam hal ini penulis sejarah harus punya empati yang tinggi (dalam bahasa Yunani empatheia berarti perasaan) untuk menyatukan perasaan dengan objeknya. Sejarawan diharapkan dapat menghadirkan peristiwa sejarah, seolah-olah mengalami sendiri peristiwa itu. Untuk sejarah kebudayaan hal ini sangatlah penting.
Berikut Ini Yang Termasuk Kelemahan Sejarah Sebagai Seni Adalah
Ada beberapa kelemahan dari sejarah sebagai sebuah seni, di antaranya adalah sebagai berikut:
Berkurangnya ketepatan dan objektivitas karena sejarah yang terlalu dekat dengan seni dianggap dapat mengurangi ketepatan dan objektivitas.
Penulisan sejarah akan terbatas, karena penulisan sejarah yang dekat dengan seni akan terbatas pada objek-objek yang dapat dideskripsikan. Penulisan sejarah akan penuh dengan gambaran tentang perang dan biografi yang penuh sanjungan, sedangkan tema-tema sejarah lain yang penting seperti ekonomi dan lain sebagainya tidak akan ditulis.
Demikian adalah pembahasan mengenai kelemahan dari sejarah sebagai seni. (WWN)
