Penjelasan Mengenai Model Atom Menurut Thomson dan Dalton

Konten dari Pengguna
2 Desember 2022 20:29
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Model Atom Menurut Thomson dan Dalton. Foto: dok. Terry Vlisidis (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Model Atom Menurut Thomson dan Dalton. Foto: dok. Terry Vlisidis (Unsplash.com)
ADVERTISEMENT
Dalam pelajaran kimia, kita mengenal atom sebagai salah satu komponen yang dibahas dan dikupas tuntas secara mendalam. Menurut pendapat ahli, atom memiliki model tertentu. Untuk mengetahui bagaimana model atom menurut Thomson dan Dalton, mari kita simak ulasannya berikut ini.
ADVERTISEMENT

Penjelasan Mengenai Model Atom Menurut Thomson dan Dalton

Atom merupakan suatu satuan dasar materi yang tidak dapat dibagi lagi menjadi materi yang lebih kecil lagi. Atom terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Pembahasan mengenai atom juga dipaparkan dalam buku Bahas Total Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia SMA IPA Kelas XII yang ditulis oleh Budhi Setyono, S.Pd., dkk (2011: 173).
Tertulis dalam buku tersebut bahwa atom berasal dari bahasa Yunani “atomos” yang artinya tidak dapat dibagi-bagi lagi. Suatu benda dapat dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, jika pembagian ini diteruskan, maka menurut logika pembagian itu akan sampai pada batas yang terkecil dan tidak dapat dibagi lagi.
Ilustrasi Model Atom Menurut Thomson dan Dalton. Foto: dok. Norbert Kowalczyk (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Model Atom Menurut Thomson dan Dalton. Foto: dok. Norbert Kowalczyk (Unsplash.com)
Menurut beberapa ahli, atom memiliki model khusus. Salah satu ahli yang cukup populer dengan model atomnya adalah Thomson. Model atom menurut Thomson adalah berbentuk seperti roti kismis. Pembahasan mengenai model atom menurut Thomson dijelaskan dalam buku Kimia Teknik untuk Teknisi Pesawat Udara yang disusun oleh Haris Puspito Buwono, ‎Satworo Adiwidodo, ‎Akhmad Faizin (2020: 11).
ADVERTISEMENT
Dikutip dari buku tersebut bahwa pada tahun 1897, Joseph John Thomson atau dikenal sebagai J.J. Thomson (1856-1940), seorang ahli fisika dari Inggris, melakukan percobaan dengan cara melewatkan arus listrik dalam tabung sinar katoda pada kondisi vakum (hampa udara). Aliran arus tersebut dapat dibelokkan oleh medan magnet kutub positif.
Kemudian JJ Thomson memperkirakan bahwa sinar tersebut merupakan partikel elementer penyusun atom yang bermuatan negatif yang selanjutnya disebut sebagai elektron.
Ilustrasi Model Atom Menurut Thomson dan Dalton. Foto: dok. Shubham Dhage (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Model Atom Menurut Thomson dan Dalton. Foto: dok. Shubham Dhage (Unsplash.com)
Thomson kemudian membuat dugaan bahwa: “karena elektron bermuatan negatif, sedangkan atom bermuatan listrik netral maka haruslah ada muatan listrik positif yang mengimbangi muatan elektron dalam atom” maka Thomson mengemukakan model atom yang dikenal dengan model atom roti kismis, yaitu :
  • Atom berbentuk seperti bola pejal dan terdapat muatan positif homogen di dalamnya;
  • Di dalam atom terdapat elektron yang bermuatan negatif dan terletak secara tersebar (seperti kismis yang tersebar dalam roti)
ADVERTISEMENT
Selain Thomson, Dalton juga memiliki model atom yang berbentuk seperti bola pejal. Menurut Dalton, dalam suatu reaksi kimia, jumlah atom-atom yang terlibat adalah tertentu dan penggabungan atau pemisahan atom-atom tersebut memenuhi suatu perbandingan tertentu yang besarnya tetap. Teori atom yang dikemukakan Dalton pada masa itu belum mengenal penyusun atom. Atom diibaratkan sebagai sebuah bola pejal yang tidak dapat dibagi lagi.
Pembahasan mengenai model atom menurut Thomson dan Dalton dapat Anda ketahui untuk memperluas wawasan kita tentang model atom menurut beberapa ahli. Semoga bermanfaat. (DAP)
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020