Penjelasan Metode Pengumpulan Data dalam Membuat Penelitian

Penulis kumparan
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam membuat suatu penelitian, pengumpulan data menjadi hal yang harus dipenuhi. Pengumpulan data sendiri terbagi menjadi beberapa jenis. Sebutkan dan jelaskan metode pengumpulan data!
Dalam mengumpulkan data penelitian tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Tujuannya agar bisa mendapatkan data yang valid dan kesimpulan penelitian yang kebenarannya tidak akan diragukan.
Penjelasan Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan proses yang dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan penelitian.
Sebab, sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti biasanya telah memiliki dugaan berdasarkan teori yang disebut hipotesis.
Dikutip dari buku Metode Penelitian Pendidikan oleh Sudaryono (2016) metode pengumpulan data terbagi menjadi lima macam, yakni angket, wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Adapun jawaban dari sebutkan dan jelaskan metode pengumpulan data yakni:
1. Angket (Questionnaire)
Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik atau cara pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden).
Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab atau direspons oleh responden.
Angket sendiri terbagi menjadi dua macam, yakni angket terbuka dan angket tertutup.
Angket Terbuka
Pada angket dengan pertanyaan terbuka, angket berisi pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan pokok yang bisa dijawab atau direspon oleh responden secara bebas. Sehingga, responden mempunyai kebebasan untuk menjawab sesuai persepsinya.
Singkatnya, angket terbuka adalah angket yang disajikan dalam bentuk sederhana sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak dan keadaannya.
Angket Tertutup
Pada angket tertutup pertanyaan atau pernyataan sudah disusun secara terstruktur di samping ada pertanyaan pokok atau pertanyaan utama, juga ada anak pertanyaan atau sub-pertanyaan.
Dalam angket tertutup, pertanyaan atau pernyataan-pernyataan telah memiliki alternatif jawaban (option) yang tinggal dipilih oleh responden.
Artinya, angket tertutup adalah angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan karakteristik dirinya dengan cara memberikan tanda silang (X) atau tanda checklist (V).
Responden tidak bisa memberikan jawaban atau respons lain kecuali yang telah tersedia sebagai alternatif jawaban.
2. Wawancara
Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Wawancara ini digunakan bila ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam serta jumlah responden sedikit.
Pedoman wawancara berisi tentang uraian penelitian yang biasanya dituangkan dalam bentuk daftar pertanyaan agar proses wawancara dapat berjalan dengan baik.
Isi pertanyaan atau pernyataan bisa mencakup fakta, data, pengetahuan, konsep, pendapat, persepsi atau evaluasi responden berkenaan dengan fokus masalah atau variabel-variabel yang dikaji dalam penelitian.
Bentuk pertanyaan atau pernyataan bisa sangat terbuka, sehingga responden mempunyai keleluasaan untuk memberikan jawaban atau penjelasan.
Berdasarkan sifatnya, wawancara dibedakan menjadi tiga macam, yakni wawancara terpimpin, wawancara bebas, dan wawancara bebas terpimpin.
Wawancara terpimpin pertanyaan diajukan menurut daftar pertanyaan yang telah disusun.
Wawancara bebas adalah terjadi tanya jawab bebas antara pewawancara dan responden, tetapi pewawancara menggunakan tujuan penelitian sebagai pedoman.
Kebaikan wawancara ini adalah responden tidak menyadari sepenuhnya bahwa ia sedang diwawancarai.
Wawancara bebas terpimpin merupakan perpaduan antara wawancara bebas dan wawancara terpimpin. Dalam pelaksanaannya, pewawancara membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan.
3. Pengamatan (Observation)
Pengamatan atau observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan.
Apabila objek penelitian bersifat perilaku, tindakan manusia, dan fenomena alam (kejadian-kejadian yang ada di alam sekitar), proses kerja, dan penggunaan responden kecil.
Observasi atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Observasi dapat dilakukan dengan partisipasi ataupun non-partisipasi.
Dalam observasi partisipasi (participatory observation) pengamat ikut serta dalam kegiatan yang sedang berlangsung, pengamat ikut sebagai peserta rapat atau peserta pelatihan.
Sedangkan observasi non-partisipatif (non-participatory observation) pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan, dia hanya berperan mengamati kegiatan, tidak ikut dalam kegiatan.
4. Tes
Tes sebagai instrumen pengumpul data adalah serangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan, atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
Secara umum tes diartikan sebagai alat yang digunakan untuk mengukur pengetahuan atau penguasaan objek ukur terhadap seperangkat konten atau materi tertentu.
Terdapat beberapa jenis tes sebagai instrumen pengumpulan, antara lain:
Tes Kepribadian adalah tes yang digunakan untuk mengungkapkan kepribadian seseorang.
Tes Bakat (talent test) adalah tes yang digunakan untuk mengukur atau mengetahui bakat seseorang.
Tes Prestasi (achievement test) adalah tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu.
Tes Intelegensi adalah tes yang digunakan untuk membuat penaksiran atau perkiraan terhadap tingkat intelektual seseorang dengan cara memberikan berbagai tugas kepada orang yang diukur inteligensinya.
Tes Sikap (attitude test) adalah tes yang digunakan untuk mengadakan pengukuran terhadap berbagai sikap seseorang.
5. Dokumentasi
Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, data yang relevan penelitian.
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.
Dokumen yang berbentuk tulisan seperti catatan harian, sejarah kehidupan, cerita, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa, dan lain-lain.
Dokumen yang berbentuk karya misalnya seni, yang dapat berupa gambar, patung, film, dan lain-lain.
Baca Juga: Definisi Operasional Variabel dalam Penelitian
Demikianlah informasi singkat dari sebutkan dan jelaskan metode pengumpulan data. Dengan beberapa macam metode pengumpulan data di atas dapat dipilih sesuai kebutuhan agar kesimpulan penelitian valid dan dapat dipertanggung jawabkan.(MZM)
