Konten dari Pengguna

Penjelasan Penulisan Memperhatikan atau Memerhatikan dalam KBBI

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penjelasan Penulisan Memperhatikan atau Memerhatikan. (Foto: PublicDomainPictures by https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penjelasan Penulisan Memperhatikan atau Memerhatikan. (Foto: PublicDomainPictures by https://pixabay.com/id/)

Dalam penulisan bahasa Indonesia, terdapat pembagian antara bahasa baku dan tidak baku. Penggunaan bahasa ini berkaitan dengan situasi dan kondisi pemakaiannya. Ragam bahasa baku biasanya digunakan dalam situasi resmi. Adapun ragam bahasa tidak baku pada umumnya digunakan dalam komunikasi sehari-hari yang memiliki sifat tidak resmi. Penulisan mengenai kata baku dan tidak baku sangat penting untuk dipahami. Walaupun tidak dipelajari ketika berkomunikasi sehari-hari, namun penggunaan kata baku penting di ranah akademis. Misalnya, antara memperhatikan atau memerhatikan mana yang benar? Artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai penulisan yang benar dari kata tersebut.

Apakah Memerhatikan merupakan Kata Baku dalam Bahasa Indonesia?

Ilustrasi Penjelasan Penulisan Memperhatikan atau Memerhatikan. (Foto: MonikaP by https://pixabay.com/id/)

Di dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar terdapat suatu aturan atau kaidah standar (bahasa baku). Dikutip dari buku Sebatik Vol 25 No 1 yang ditulis oleh P3M STMIK Widya Cipta Dharma (2021: 36), bahasa baku merupakan ragam bahasa yang mana mengucapkan dan menuliskan kata harus sesuai dengan kaidah-kaidah standar yang berlaku. Kaidah standar dapat berupa pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), tata bahasa baku, dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Bahasa baku biasa dipergunakan pada penulisan penelitian, kegiatan seminar, pidato, temu karya ilmiah, dan lain-lain. Sebaliknya bahasa tidak baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan dan penulisannya tidak memenuhi kaidah tersebut. Misalnya, antara penulisanmemperhatikan atau memerhatikan, mana yang benar?

Kunci dari menjawab pertanyaan tersebut adalah dengan menganalisis kata dasar yang digunakan. Ya, kata dasar yang dipakai adalah hati, bukan perhati. Oleh karena itu, penulisan kata yang benar menurut panduan penulisan bahasa Indonesia adalah memerhatikan. Hal tersebut dikarenakan prefix meN- ketika bertemu dengan kata dasar yang berawalan huruf p, k, s, dan t huruf tersebut akan luluh

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), memerhatikan memiliki arti melihat lama dan teliti, mengamati, menilik; merisau dan mengindahkan. Kata memerhatikan merupakan kata kerja transitif dengan objek.

Demikian penjelasan penulisan memperhatikan atau memerhatikan yang benar. Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)