Penjelasan Perundingan Linggarjati Menunjukkan Kegigihan Bangsa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selain perjuangan fisik, perjuangan melalui jalur diplomasi juga dilakukan untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Perundingan Linggarjati menunjukkan kegigihan bangsa Indonesia dalam bentuk perjuangan diplomasi untuk mencapai kemerdekaan.
Perundingan ini berlangsung di desa Linggarjati, Kuningan, Jawa Barat, pada 11-15 November 1946. Itu sebabnya hasil perundingannya disebut sebagai perundingan Linggarjati.
Perundingan Linggarjati Menunjukkan Kegigihan Bangsa Indonesia dalam Bentuk Perjuangan Nonfisik
Menurut Sari, Syah, dan Basri dalam artikelnya bertajuk Tinjauan Historis Implementasi Isi Perjanjian Linggarjati Indonesia dan Belanda Tahun 1946-1947, Perjanjian Linggarjati adalah cara Indonesia untuk memperoleh pengakuan kemerdekaan dari Belanda
Dalam meraih kemerdekaan, Indonesia melakukan segala cara, baik melalui perjuangan fisik maupun melalui beragam perundingan. Perundingan Linggarjati menunjukkan kegigihan bangsa Indonesia dalam bentuk perjuangan diplomasi untuk mencapai kemerdekaan.
Perjanjian Linggarjati adalah suatu upaya Indonesia untuk memperoleh pengakuan kemerdekaan dari pemerintah Belanda. Sebelum pelaksanaan Perjanjian Linggarjati, sebenarnya telah dilakukan beberapa perundingan lainnya, baik di Jakarta maupun di Belanda.
Perundingan ini, meskipun tidak sepenuhnya memenuhi harapan, adalah langkah penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, yang ditandai dengan kesepakatan Belanda untuk mengakui de facto Republik Indonesia dan sepakat membentuk Republik Indonesia Serikat (RIS).
Perjanjian Linggarjati terjadi pada 11-15 November 1946 di Linggarjati, Kuningan, Jawa Barat. Indonesia diwakili oleh Sutan Sjahrir, sementara Belanda diwakili Prof. Schermerhorn. Adapun penengahnya berasal dari Inggris yang diwakili oleh Lord Kllearn.
Namun, hasil Perjanjian Linggarjati baru ditandatangani di Istana Riswijk (Istana Merdeka), Jakarta pada 25 Maret 1946. Adapun isi dari Perjanjian Linggarjati adalha sebagia berikut:
Belanda mengakui eksistensi Negara Republik Indonesia yang terdiri dari Sumatra, Jawa, dan Madura secara de facto.
Republik Indonesia (RI) beserta Belanda akan bekerja sama untuk membentuk Negara Indonesia Serikat, di mana salah satu negara bagiannya, yaitu RI.
Republik Indonesia Serikat beserta Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda yang diketuai oleh Ratu Belanda.
Baca juga: 6 Hal yang Memperkuat dan Memperlemah Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia
Demikianlah penjelasan singkat mengenai sejarah Perundingan Linggarjati dan isi perjanjiannya. Perundingan linggarjati menunjukkan kegigihan bangsa Indonesia dalam bentuk perjuangan diplomasi. (ELZ)
