Konten dari Pengguna

Penjelasan Proses Pembentukan Urine pada Manusia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Proses Pembentukan Urine        Sumber www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Proses Pembentukan Urine Sumber www.unsplash.com

Urine merupakan salah satu jenis zat pada sistem ekskresi manusia. Jelaskan proses pembentukan urine! Ketahui prosesnya pada tubuh manusia berikut ini.

Mahluk hidup menghasilkan zat-zat sisa yang harus dikeluarkan karena akan bersifat racun dalam tubuh. Salah satu proses pengeluaran zat sisa dari tubuh adalah ekskresi. Dikutip dari buku Cerdas Belajar Biologi yang disusun oleh Oman Karmana (PT. Grafindo Media Pratama), ekskresi merupakan proses pengeluaran zat sisa yang tidak dibutuhkan lagi seperti urine, keringat, dan CO².

Baca juga: Pengertian dan Ciri-Ciri Ekskresi pada Makhluk Hidup.

Proses Pembentukan Urine

Proses Pembentukan Urine pada Manusia Sumber www.unsplash.com

Sebelum mengetahui proses pengeluaran urine, kita ketahui lebih dulu proses pembentukannya. Proses pembentukan urine terjadi dalam tiga tahap, yaitu;

1. Penyaringan (Filtrasi)

Filtrasi terjadi dari glomerulus ke kapsul Bowman dan menghasilkan cairan yang dinamakan urine primer. Urine primer meneruskan diri ke tubulus kontortus proksimal, loop henle, dan tubulus kontortus distal.

2. Penyaringan Kembali (Reabsorbsi)

Proses reabsorbsi dipengaruhi oleh ADH (Antidiuretic Hormone), yaitu hormon yang dihasilkan oleh hipofisis posterior jika kita kekurangan air. Hal ini menyebabkan reabsorbsi air menjadi besar, dan hasil urine sekunder menjadi kental.

3. Pemekatan (Augmentasi)

Pada proses ini, urine sekunder dari tubulus distal akan turun menuju tubulus kolektivus. Pada tahapan ini masih terjadi penyerapan ion Na+, Cl–, dan urea sehingga terbentuk urine yang sesungguhnya.

Proses Pengeluaran Urine

3 Proses Pembentukan Urine Sumber www.unsplash.com

Setelah proses pembentukan urine selesai, berikutnya terjadi tahap pengeluaran urine. Berdasarkan buku Seri IPA Biologi yang disusun oleh Deswaty Furqonita (2007:10), berikut adalah proses pengeluaran urine dalam sistem ekskresi manusia.

1. Rongga Ginjal (Pelvis Renalis)

Rongga ginjal memiliki saraf sensoris dengan kapasitas rata-rata 3-8 ml. Peregangan pada rongga ginjal dapat menimbulkan rasa nyeri.

2. Saluran Ginjal (Ureter)

Saluran ginjal berbentuk pipa sedikit pipih, berdiameter 4-7 mm, dan panjang ± 30 cm pada pria dan 29 cm pada wanita.

3. Kandung Kemih (Vesica Urinaria)

Bila kandung kemih telah menampung urine sebanyak 350 ml atau lebih, akan terasa keinginan untuk buang air kecil.

4. Saluran Kandung Kemih (Uretra)

Uretra merupakan saluran tempat urine keluar dari kandung kemih untuk dibuang dari dalam tubuh.

Perbedaan warna dan bau urine terjadi dalam proses pembentukan urine. Hal tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan tubuh akan zat tertentu, jenis makanan, dan banyaknya volume air yang diminum.(DK)