Penjelasan Proses Terjadinya Menstruasi dan Hormon yang Berperan di Dalamnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Soal “jelaskan proses terjadinya menstruasi dan hormon yang berperan!” merupakan salah satu pertanyaan yang dibahas dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Soal tersebut secara khusus dipelajari dalam bab reproduksi manusia.
Proses terjadinya menstruasi yang dialami perempuan dipengaruhi beberapa hormon di dalam tubuh. Adanya reaksi hormon tersebut kemudian membuat dinding rahim yang tidak dibuahi dalam jangka waktu tertentu mengalami peluruhan.
Penjelasan Proses Terjadinya Menstruasi dan Hormon yang Berperan Dalam Proses Tersebut
Mengutip buku berjudul Modul Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Edisi Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemi Covid-19 untuk SMP Kelas IX, Mafrur Udhif Nofaizzi, M.Pd, Tenia Kurniawati, M.Pd (2020: 21), menstruasi adalah keadaan keluarnya darah, cairan jaringan, lendir, dan sel-sel epitel yang menyusun dinding rahim.
Proses menstruasi yang dialami perempuan terjadi karena rahim tidak dibuahi oleh sperma. Dalam proses menstruasi terdapat beberapa hormon yang memengaruhi dan berperan di dalamnya. Hormon FSH atau follicle stimulating hormone memicu perkembangan folikel dalam ovarium.
Hormon FSH merupakan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari atau hipofisis. Pada proses perkembangan awalnya, folikel menghasilkan hormon estrogen dan hormon progesteron yang membuat dinding rahim menebal.
Saat dinding rahim menebal, maka fase proliferasi terjadi. Menebalnya dinding rahim terjadi untuk mempersiapkan tempat melekatnya embrio apabila sel telur dibuahi oleh sperma. Selain membuat dinding rahim menebal, hormon estrogen memiliki fungsi lainnya.
Hormon estrogen berfungsi untuk memicu kelenjar pituitari untuk menghasilkan hormon FSH dan luteinizing hormone atau LH. Hormon LH akan terus diproduksi sehingga membuat pengeluaran sel telur dari folikel yang telah matang supaya terjadi ovulasi.
Kemudian, fase sekretori terjadi dengan folikel yang melepaskan sel telur dan kemudian berubah menjadi korpus luteum. Sel telur yang telah mengalami ovulasi akan ditangkap oleh fimbriae dan bergerak menuju tuba fallopi.
Jika tidak terjadi fertilisasi (sel telur tidak dibuahi oleh sperma), maka korpus luteum tidak memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Kondisi penurunan produksi hormon estrogen dan progesteron ini menyebabkan jaringan penyusun dinding rahim rusak dan pembuluh darah yang ada pada dinding rahim pecah.
Dengan begitu, seorang perempuan mengalami menstruasi. Maka dari itu, proses menstruasi dikenal sebagai proses peluruhan dinding rahim akibat sel telur tidak dibuahi oleh sperma.
Baca juga: 4 Fungsi Hormon Progesteron pada Alat Reproduksi Wanita
Pembahasan ringkas tentang soal “jelaskan proses terjadinya menstruasi dan hormon yang berperan” dapat digunakan untuk membantu siswa mempelajari materi tentang reproduksi manusia, khususnya pada perempuan. (DAP)
