Konten dari Pengguna

Penjelasan Singkat Masa Kepemimpinan Para Khulafaur Rasyidin

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tuliskan masa kepemimpinan para Khulafaur Rasyidin. Foto: Unsplash/Vera Davidova
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tuliskan masa kepemimpinan para Khulafaur Rasyidin. Foto: Unsplash/Vera Davidova

Pasca meninggalnya Nabi Muhammad Saw., tabuh kepemimpinan Islam dilanjutkan oleh empat sahabat nabi yang disebut Khulafaur Rasyidin. Tuliskan masa kepemimpinan para Khulafaur Rasyidin menjadi hal yang cukup banyak ditanyakan.

Pasanya, keempat sahabat nabi tersebut memajukan umat Islam. Di sisi lain, masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin adalah masa yang penting dalam Islam. Bahkan, waktu tersebut disebut sebagai masa pembentukan fiqih Islam.

Masa Kepemimpinan Para Khulafaur Rasyidin

Ilustrasi tuliskan masa kepemimpinan para Khulafaur Rasyidin. Foto: Unsplash/Anca

Khulafaur Rasyidin berasal dari bahasa Arab yang terdiri atas dua kata, yakni khulafa dan rasyidin. Secara bahasa, khulafa artinya banyak khalifah (pemimpin).

Sementara rasyidin berarti arif dan bijaksana. Sehingga, Khulafaur Rasyidin mempunyai arti sebagai pemimpin yang arif dan bijaksana penerus kepemimpinan Nabi Muhammad Saw. setelah beliau wafat.

Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti oleh Istiqomah dan Ulfa Wulan Agustina (2021), penjelasan dari tuliskan masa kepemimpinan para Khulafaur Rasyidin yakni:

1. Abu Bakar as-Siddiq (11-13 H/632-634 M)

Khalifah pertama yang diangkat setelah Nabi Muhammad Saw wafat adalah Abdullah bin Abi Quhafah yang dikenal dengan Abu Bakar as-Siddiq. Beliau merupakan sahabat yang paling dekat dengan nabi dan terkenal akan kedermawanannya.

Abu Bakar menjadi khalifah selama 2 tahun tiga bulan yang dihabiskannya untuk mengatasi berbagai masalah dalam negeri yang muncul akibat wafatnya Nabi Muhammad saw.

Selama periode kepemimpinannya ada beberapa pencapaian yang diperoleh beliau di antaranya:

  • Menanamkan budaya musyawarah dalam menyikapi suatu masalah. Apabila terjadi suatu perkara, Abu Bakar selalu mencari hukumnya dalam kitab Allah.

  • Membangun pemerintah yang tertib, baik di pusat dan di daerah.

  • Sistem politik bersifat sentral, sehingga kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif terpusat di tangan Abu Bakar.

  • Menyusun dan menulis mushaf Alquran.

  • Memberantas nabi palsu, Musailamah Al-Kazab.

  • Mengirim pasukan di bawah pimpinan Usamah bin Zaid untuk memerangi kaum Romawi sebagai realisasi dari rencana Rasulullah sewaktu masih hidup.

  • Mengembangkan wilayah Islam keluar Arab hingga ke Syria dan Persia.

  • Mendirikan Baitul Mal (semacam lembaga keuangan) dan mendistribusikan zakat kepada masyarakat.

2. Umar bin Khattab (13-23 H/634-644 M)

Umar bin Khattab merupakan khalifah kedua yang diangkat setelah Abu Bakar meninggal dunia. Umar adalah sahabat sekaligus ayah dari salah satu istri Nabi Muhammad saw., yaitu Hafshah.

Selama masa kepemimpinannya, ada banyak sekali pencapaian dari Umar bin Khattab, di antaranya:

  • Memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

  • Meluasnya daerah ekspansi Islam ke beberapa wilayah, seperti Syria, Palestina, Mesir, dan Persia.

  • Mencanangkan kepengurusan administrasi negara yang terdiri dari khalifah, wali (gubernur), dan dewan-dewan negara.

  • Pemberian Al-Kharaj atau pajak tanah bagi tanah yang didapat dengan berperang.

  • Mendirikan percetakan mata uang.

3. Utsman bin Affan (23-35 H/644-656 M)

Utsman bin Affan menjadi khalifah urutan ketiga yang memiliki masa kepemimpinan terlama di antara khalifah lainnya. Utsman yang memeluk Islam karena ajakan Abu Bakar dikenal sebagai pribadi yang lembut, murah hati, dan cerdas.

Selama pemerintahannya, pencapaian beliau yang paling terkenal di antaranya:

  • Menyeragamkan cara baca Alquran dan mengumpulkan serta menyusunnya dalam satu mushaf.

  • Menertibkan tugas administrasi kepemerintahan.

  • Membangun sistem militer angkatan laut.

  • Membangun bendungan.

  • Namun, masa kepemimpinannya Utsman juga diliputi aksi berbagai protes dan pemberontakan akibat ketidaksetujuan terhadap kebijakannya.

4. Ali bin Abi Thalib (35-40 H/656-661 M)

Khalifah terakhir pada masa Khulafaur Rasyidin adalah Ali bin Abi Thalib. Beliau adalah salah satu sosok yang punya andil mengatasi pemberontakan pada masa Utsman bin Affan.

Masa pemerintahan Ali adalah periode tersulit dalam sejarah Islam. Pada masa tersebut, terjadi perang saudara antarumat Muslim yang disebabkan insiden terbunuhnya khalifah ketiga, Utsman bin Affan.

Akan tetapi banyak pencapaian yang diperoleh saat beliau menjadi khalifah selama sekitar lima tahun di antaranya:

  • Memperbaiki sistem pengelolaan keuangan dengan menarik kembali harta atau tanah para pejabat yang dihadiahkan oleh pemerintahan Utsman bin Affan.

  • Menyebarkan Islam hingga ke daerah Barat India.

  • Mengganti pusat pemerintahan Islam, dari Madinah ke Kufah.

  • Mengembangkan pusat ilmu tafsir, ilmu hadis, dan ilmu pengetahuan lainnya.

  • Mengganti pejabat-pejabat yang dinilai kurang cakap.

  • Mengembangkan ilmu nahwu atau ilmu tata bahasa Arab.

Baca Juga: Biografi Singkat Khalifah Abu Bakar Sebagai Khulafaur Rasyidin Pertama

Dari penjelasan tentang tuliskan masa kepemimpinan para Khulafaur Rasyidin di atas, dapat diketahui bahwa banyak sekali prestasi dari keempat pemimpin tersebut. Sehingga, mereka dapat melanjutkan kepemimpinan Nabi Muhammad saw. dengan baik.(MZM)