Konten dari Pengguna

Penjelasan Surat Al Anbiya 107 tentang Nabi Muhammad Sebagai Utusan Allah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Nabi Muhammad dengan Umar pergi menuju gua hira. https://www.freepik.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Nabi Muhammad dengan Umar pergi menuju gua hira. https://www.freepik.com/

Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Hal tersebut dijelaskan dalam Surat Al Anbiya ayat 107,

وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ

Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia”

Selain itu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai sekalian manusia, saya adalah rahmat yang dihadiahkan.” (HR. Hakim dalam al-Mustadrak 100)

Mengutip buku berjudul Sirah Nabawiyah: Sejarah Lengkap Nabi Muhammad Saw. karangan Abul Hasan al-Ali Hasani an-Nadwi (2020: 188) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus menjadi nabi dan rasul terakhir dan terbaik oleh Allah untuk membawa ajaran Islam.

Muhammad bin Abdullah adalah keturunan suku Quraisy yang termasuk keturunan Nabi Ibrahim ‘alaihissllam. Beliau diangkat menjadi nabi yang ke-25 ketika menginjak usia 23 tahun dengan turunnya surah Al-Alaq ayat 1-5.

Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul Allah ketika beliau menginjak usia 45 tahun ketika turunnya Surah Al-Mudatstsir ayat 1-7 untuk menyampaikan peringatan untuk menjauhi syirik dan mengajak kepada tauhid yang artinya,

“Wahai orang yang berselimut! Bangunlah, lalu sampaikanlah peringatan. Agungkanlah Tuhanmu. Sucikalah pakaianmu. Tinggalkanlah berhala-berhala itu. Dan janganlah kamu memberi, sedang kamu menginginkan balasan yang lebih banyak. Serta bersabarlah untuk memenuhi perintah Tuhanmu”

Penjelasan Surat Al Anbiya Ayat 107

Ilustrasi laki-laki yang sedang membaca surat Al Anbiya ayat 107. https://www.freepik.com/

Surat Al Anbiya ayat 107 menjelaskan Allah SWT megutus Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai membawa kebenaran dan menyebarkan agama seluruh alam dan manusia. Penjelasan Surat Al Anbiya ayat 107 terdapat dua penafsiran.

1. Alam semesta secara umum mendapat manfaat dengan diutusnya Nabi Muhammad shallallhu ‘alaihi wa sallam

Orang-orang yang mengikuti-Nya mendapat kemuliaan, baik di dunia maupun akhirat. Orang kafir yang beliau perangi mendapatkan manfaat disegerarakan pembunuhan dan maut mereka. Itu lebih baik bagi mereka, karena hidup mereka hanya menambah kepedihan azab kelak di akhirat. Orang munafik mendapatkan manfaat berupa terjaga darah, harta, keluarga dan kehormatan.

Para umat manusia yang mengikuti beliau, Allah SWT tidak akan memberikan azab yang menyeluruh dari umat manusia di bumi.

2. Islam adalah rahmat bagi setiap manusia

Islam merupakan agama yang merupakan rahmat bagi setiap manusia yang ada di dunia, namun orang yang beriman menerima rahmat dan mendapatkan di dunia dan akhirat. Orang kafir yang menolak beliau yang meyakini Islam rahmat bagi mereka namun mereka enggan mengakuinya.

Surat Al Anbiya ayat 107 menjelaskan Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir yang diutus Allah SWT untuk menyebarkan agama Islam dan memerangi kemusyrikan. Semoga informasi di atas bermanfaat. (MZM)