Penjelasan Surat Al Anbiya Ayat 33 Tentang Pembagian Waktu

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bumi adalah tempat paling sempurna untuk ditempati manusia. Dengan kebesaran Allah, terdapat siang dan malam akibat rotasi terhadap porosnya selama 24 jam. Adanya siang dan malam sebagai waktu-waktu yang bermanfaat bagi manusia.
Allah memberikan kuasa-Nya dengan pergantian siang dan malam yang dapat dimanfaatkan manusia. Hal tersebut secara jelas tertuang ddalam Surat Al Anbiya ayat 33. Lantas, bagaimana isi Surat Al Anbiya ayat 33?
Namun sebelum mengetahui isi Surat Al Anbiya ayat 33, terlebih dahulu mengenal Surat Al Anbiya. Dinamai surat Al Anbiya (nabi-nabi) karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari hisab, kamudian berhubungan dengan kaum musyrik Mekah terhadap wahyu Allah. Selanjutnya menjelaskan keharusan manusia menyembah Allah sang pencipta, serta diakhiri dengan seruan kaum musyrik Mekah untuk mempercayai ajarkan yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Penjelasan Surat Al Anbiya Ayat 33
Adapun bacaan dan penjelasan Surat Al Anbiya ayat 33 yang dikutip dari buku berjudul Sains Al Qur’an karangan Dewi Nur Halimah, S.Si (2018: 42).
وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ ۖ كُلٌّ فِى فَلَكٍ يَسْبَحُونَ
Wa huwallażī khalaqal-laila wan-nahāra wasy-syamsa wal-qamar, kullun fī falakiy yasbaḥụn
Artinya “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”
Penjelasan Surat Al Anbiya ayat 33 adalah Allah SWT menciptakan siang (06.00-17.59) dan malam (18.00-05.59) dengan waktunya masing-masing. Siang yang ditandai dengan adanya matahari dapat digunakan manusia untuk mencari rezeki atau untuk memenuhi kehidupan. Sedangkan malam yang ditandai dengan adanya bulan dapat digunakan manusia untuk istirahat setelah aktivitas memenuhi kehidupannya.
Allah juga menciptakan matahari dan bulan dengan garis edarnya masung-masing, begitu pula dengan planet bumi. Sehingga terjadi musim-musim yang ada di bumi dan benda-benda di langit tidak saling bertabrakan satu sama lain.
Begitu besarnya kuasa Allah kepada hamba-hambanya, sampai secara jelas kapan waktu-waktu untuk mencari rezeki dan istirahat. Semoga bermanfaat. (MZM)
