Konten dari Pengguna

Penjelasan Tasamuh: Toleransi dalam Bahasa Arab

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi toleransi dalam bahasa arab dinamakan tasamuh. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi toleransi dalam bahasa arab dinamakan tasamuh. Sumber: Unsplash

Menanamkan toleransi dalam kehidupan sehari-hari adalah salah satu sifat terpuji yang diajarkan dalam syariat Islam. Adapun tujuan dari pengamalan toleransi tersebut ialah untuk dapat menciptakan lingkungan bermasyarakat yang rukun dan harmonis sehingga terhindar dari perselisihan. Pada ajaran Islam, BAB yang menjelaskan tentang sifat toleransi dalam bahasa Arab dinamakan dengan tasamuh.

Pengertian Tasamuh atau Toleransi dalam Bahasa Arab

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, toleransi dalam bahasa Arab dinamakan tasamuh. Adapun yang disebut sebagai tasamuh ialah sama-sama berlaku baik, bersikap lemah lembut, dan saling memafkan antar sesama umat manusia. Mengutip dari buku Membangun Tasamuh Keberagaman dalam Perspektif Alquran oleh Ade Jamarudin (2016), tasamuh juga dapat didefinisikan sebagai akhlak terpuji yang dimiliki oleh seorang muslim dimana di dalamnya terdapat rasa saling menghargai sebagai sesama umat manusia.

Ilustrasi toleransi dalam bahasa arab dinamakan tasamuh. Sumber: Unsplash

Sebagai salah satu sikap terpuji yang diajarkan kepada umat muslim, maka penjelasan terkait tasamuh atau toleransi tersebut tentu telah didasarkan kepada dalil Alquran maupun hadist. Mengutip dari Al Qur’an dan Terjemahannya, Soenarjo (1971), salah satu dalil yang mencerminkan sikap tasamuh ialah bacaan surat Al Kafirun ayat 1-6 dan Al Baqarah ayat 256 berikut ini:

QS. Al Kafirun Ayat 1-6

"Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah; Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah; Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah; Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah; Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

QS. Al Baqarah Ayat 256

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Berdasarkan kedua surat Alquran tadi, maka sudah jelas bahwasanya agama Islam menganjurkan para pemeluknya untuk senantiasa bersikap toleran dan saling menghargai sesama umat manusia, tanpa perlu memaksakan kehendak terhadap satu-sama lain.

Oleh karena itu, mari tanamkanlah sikap toleransi atau tasamuh dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari guna saling menghormati sesama umat manusia, serta menciptakan hubungan yang harmonis dan rukun. (HAI)