Penjelasan tentang Orang yang Mampu Berpikir Kritis dalam Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Islam, orang yang mampu berpikir kritis termasuk Ulil Albab. Ulil Albab adalah sebuah konsep yang membahas tentang akal berpikir manusia. Ulil Albab juga dibahas sebanyak 16 kali dalam Alquran. Secara sederhana, Ulil Albab dimaknai sebagai orang yang berpikir atau orang yang berakal. Seperti yang diketahui, umat Islam diperintahkan untuk memiliki akhlak yang baik untuk diterapkan sehari-hari. Tidak hanya itu, setiap Muslim juga dianjurkan memiliki pemikiran yang kritis agar dapat mengevaluasi masalah hingga menemukan solusi terbaik untuk memecahkannya. Agar lebih memahami konsep Ulil Albab dalam agama Islam, simak penjelasannya di artikel ini.
Ciri-ciri Orang yang Berpikir Kritis
Mengutip buku Dimensi Moralitas Hakim yang Religius dan Islami oleh Cahyadri (2022), tanda-tanda kekuasaan Allah SWT hanya dapat dipahami oleh seorang Ulil Albab atau orang yang berpikir kritis.
Lalu, bagaimana orang yang berpikir kritis? Inilah ciri-cirinya yang perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh umat Islam.
● Bersedia mengakui kesalahan jika argumennya salah dan orang lain mampu membuktikan kesalahan tersebut.
● Tidak mudah termakan berita bohong atau ujaran kebencian yang beredar.
● Memiliki pemikiran yang terbuka terhadap segala sesuatu.
● Tidak hanya diam saat mengetahui ketidakadilan.
● Memiliki rasa ingin tahu yang besar dalam menyikapi suatu isu atau persoalan.
● Mengecek kebenaran dengan cara menggali fakta dari berbagai sumber.
● Mudah ragu (skeptis)
Surat dalam Alquran tentang Berpikir Kritis
Berpikir kritis atau Ulil Albab bisa diartikan bahwa seorang muslim menempatkan Allah, Rasul, dan Islam di dalam hati terdalamnya. Sikap yang satu ini sangat dianjurkan dalam agama Islam, sehingga tidak heran jika disebutkan di dalam Alquran sebanyak 16 kali. Salah satu surat dalam Alquran yang menerangkan tentang Ulil Albab adalah Surat Ali Imran ayat 190-191 yang artinya yaitu:
"Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Ali-‘Imran: 190-191).
Jika mengacu pada ayat tersebut, maka kriteria manusia berpikir kritis adalah selalu menggunakan akalnya untuk memikirkan, menelaah, meneliti, dan mengintrospeksi tentang suatu perkara. Manusia yang memiliki Ulil Albab senantiasa memiliki pemikiran bahwa segala yang ada di alam semesta ini diciptakan oleh Allah SWT karena memiliki tujuan atau maksud tertentu. Jadi, dalam penciptaannya ini tidak ada satu hal pun yang sia-sia.
Secara garis besar, seseorang yang mempunyai keterampilan berpikir kritis mempunyai sikap skeptis, rasa ingin tahu yang besar, pemikiran terbuka, dan menghargai kejujuran. Golongan muslim ini juga mampu menyadari bahwa setiap makhluk atau benda yang diciptakan di alam semesta ini memiliki kebermanfaatan. (DLA)
