Konten dari Pengguna

Penjelasan tentang Peristiwa Nuzulul Quran dalam Ajaran Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Peristiwa Nuzulul Quran. Sumber: ali burhan/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Peristiwa Nuzulul Quran. Sumber: ali burhan/Pexels.com

Peristiwa Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting dalam ajaran Islam yang kian ramai diperbincangkan dan dibahas pada bulan suci Ramadan. Pasalnya, dalam ajaran Islam peristiwa tersebut diyakini terjadi pada bulan kesembilan dalam kalender Hijriah. Mari kita simak penjelasan tentang peristiwa Nuzulul Quran dalam ajaran Islam berikut ini.

Penjelasan tentang Peristiwa Nuzulul Quran

Sunhadji Hadi Mustofa (2013: 52) dalam bukunya yang berjudul Setetes Embun Hikmah Ramadhan mengungkapkan bahwa malam Nuzulul Quran atau malam turunnya Alquran jatuh pada tanggal 17 Ramadan. Pada malam tersebut, lima ayat pertama dari Surat Al Alaq turun kepada Nabi Muhammad saw. Lima ayat Surat Al Alaq berbunyi,

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ - ١

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ - ٢

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ - ٣

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ - ٤

Yang mengajar (manusia) dengan pena.

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ - ٥

Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

K. H. Sahal Mahfudh dalam NU Online menjelaskan bahwa kitab suci Alquran diturunkan dalam tiga tahapan. Tahapan-tahapan turunnya Alquran, yaitu:

  • Alquran diturunkan di Lauhul Mahfudh dan tidak ada yang memahami waktu terjadinya peristiwa ini.

  • Alquran diturunkan ke baitil izzah, yakni langit yang kelihatan manusia dari bumi. Pada tahapan tersebut, Alquran diturnkan secara serentak.

  • Alquran diturunkan berangsur-angsur berdasarkan asbab an-nuzul melalui perantara malaikat Jibril.

Alquran. Sumber: Safa/Pexels.com

Tahapan yang ketiga itulah yang banyak diketahui oleh umat Islam, sedangkan tahap pertama dan kedua tidak banyak diinsyafi. Wallahu a’lam bish-shawab.

Walaupun demikian, sebagai umat Islam, kita tetap dianjurkan untuk senantiasa mempercayai, membaca, dan mengamalkan ajaran-ajaran yang tercantum dalam Alquran. Perintah membaca Alquran itu tercantum dalam firman Allah SWT dalam Surat Al Muzzamil ayat 1 – 4 yang berbunyi,

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

يٰٓاَيُّهَا الْمُزَّمِّلُۙ - ١

Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!

قُمِ الَّيْلَ اِلَّا قَلِيْلًاۙ - ٢

Bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil,

نِّصْفَهٗٓ اَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيْلًاۙ - ٣

(yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu,

اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ - ٤

atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan.

Sekian pembahasan tentang peristiwa Nuzulul Quran kali ini. Jadi, mari perbanyak baca Alquran di bulan suci Ramadan agar mendapatkan manfaat dan keberkahan dari Allah SWT. Selamat menunaikan ibadah di bulan Ramadan. (AA)