Konten dari Pengguna

Pentingnya Inisiasi Baptis bagi Seluruh Umat Kristen

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Baptis Adalah Sakramen Penting bagi Umat Kristen, Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Baptis Adalah Sakramen Penting bagi Umat Kristen, Foto: Pixabay

Baptis adalah salah satu sakramen inisiasi penting di dalam kekristenan yang dilaksanakan baik oleh umat Kristen Protestan maupun Kristen Katolik.

Meskipun menekankan makna dan tujuan yang sama, tetapi terdapat beberapa perbedaan di dalam Baptis Protestan dan Baptis Katolik.

Umat Katolik dibaptis sejak masih bayi dengan cara percik, sedangkan umat Protestan dibaptis ketika sudah siap dan mampu bertanggung jawab atas imannya sendiri dengan cara selam.

Baptis Adalah Sakramen Penting

Dikutip dari buku Seri Pembinaan Dasar : Baptisan, Watchman Nee & ‎Yasperin, (2020:3), baptis adalah sakramen inisiasi yang melambangkan komitmen seseorang untuk mengikut Kristus.

Kata baptis berasal dari bahasa Yunani, yaitu Baptizo, yang berarti celup atau selam.

Baptisan merupakan tindakan lahiriah yang melambangkan bahwa seseorang sudah menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat di hidupnya.

Berdasarkan Kisah Para Rasul 8:26-39, baptisan merupakan langkah pertama dari pemuridan Kristen, yaitu dengan menyampaikan kesaksian visual tentang iman dan komitmen seseorang kepada Yesus Kristus.

Pentingnya Inisiasi Baptis bagi Umat Kristen

Baptis Adalah Sakramen Penting bagi Umat Kristen, Foto: Pixabay

Berdasarkan Kisah Para Rasul 15 dan Roma 4, tidak ada tindakan eksternal yang mampu menyelamatkan setiap kita dari upah dosa yang adalah maut alias kematian kekal.

Kita bisa selamat karena adanya kasih karunia ilahi dari Tuhan Yesus sendiri, hingga rela berkorban di kayu salib. Jadi, kita perlu mengaku percaya dan menerimanya masuk ke dalam hati sebagai Tuhan dan Juruselamat kita yang satu-satunya untuk selamanya.

Hal ini didasarkan pada pengajaran Rasul Paulus yang tertulis di dalam Roma 3:21-25, yaitu:

"Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,

yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya."

Jadi, dapat disimpulkan bahwa baptisan bukanlah syarat untuk diselamatkan. Meskipun bukan syarat keselamatan, tetapi baptisan merupakan simbol dari iman, pengabdian, dan komitmen seorang Kristen kepada Yesus Kristus.

Melambangkan Yesus yang mati, dikuburkan, dan bangkit, ketika dibaptis, kita akan ditenggelamkan ke dalam air (mati dan dikuburkan) kemudian dibantu berdiri dari dalam air (bangkit).

Baptisan ini ibarat cincin pernikahan bagi pasangan yang sudah menikah, yang berperan untuk mengingatkan mereka akan janji suci yang mereka ikrarkan dan komitmen untuk tetap membangun kehidupan bersama satu sama lain sampai maut memisahkan.

Kesimpulan

Baptis adalah sakramen inisiasi di dalam kekristenan yang melambangkan komitmen seseorang untuk menjadi pengikut Kristus yang sudah diselamatkan oleh tebusan darah-Nya.(BRP)