Konten dari Pengguna

Pentingnya Penggunaan Nama Baptis untuk Orang Katolik

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pentingnya Penggunaan Nama Baptis untuk Orang Katolik, Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Pentingnya Penggunaan Nama Baptis untuk Orang Katolik, Foto: Pixabay

Sering mendengar nama dari salah satu santo atau santa (orang kudus) di depan nama teman Katolik kamu? Itu merupakan nama baptis. Nama baptis adalah nama Kristiani yang disematkan kepada seorang bayi saat menerima sakramen baptisan.

Nama Baptis Adalah Nama Katolik

Pentingnya Penggunaan Nama Baptis untuk Orang Katolik, Foto: Pixabay

Nama baptis tidak hanya diambil dari Alkitab, melainkan juga dari sejarah gereja Katolik secara universal, seperti kisah para santo dan santa serta beata dan beato. Karena itulah, ada nama-nama Katolik yang tidak ada pada agama lain.

Gereja Katolik mengizinkan modifikasi minor berupa penyesuaian atau pengucapan di dalam nama baptis, misalnya nama Mikael menjadi Mikaela untuk perempuan.

Mari kita ambil Mikael sebagai contoh nama baptis. Mikael adalah salah satu nama Malaikat Agung selain Gabriel dan Rafael. Meskipun sebenarnya ada banyak malaikat yang berperan di dalam Alkitab, tetapi ketiga malaikat inilah yang diperingati secara khusus. Mikael merupakan penghulu malaikat atau pemimpin bala tentara surga yang tercantum di dalam Wahyu 12:7.

Jika nama baptis temanmu adalah Mikael atau Mikaela, maka itu berarti orang tuanya mengharapkan dia untuk menjadi anak yang tangguh, berani, cerdas dan dapat diandalkan.

Makna Penggunaan Nama Baptis

Pentingnya Penggunaan Nama Baptis untuk Orang Katolik, Foto: Pixabay

Dilansir dari buku Sakramen-sakramen Gereja: Tinjauan Teologis, Liturgis, dan Pastoral, E. Martasudjita, (2003:243-244), penggunaan nama baptis memiliki 4 makna mendalam bagi umat Katolik, yaitu:

  1. Anak yang baru lahir diharapkan mampu memancarkan kesucian, keteladanan, dan keutamaan dari sang orang kudus itu.

  2. Iman Katolik meyakini bahwa orang kudus menjadi perantara dan bisa membantu seseorang untuk hidup dengan layak dan pantas di hadapan Allah.

  3. Nama baptis merupakan simbol hidup baru yang diterima lewat sakramen baptis.

  4. Penyematan nama orang kudus mengungkapkan makna persekutuan para kudus, yakni persekutuan Gereja dengan Allah Trinitas dan segenap umat beriman yang masih hidup, sudah meninggal, dan telah mulia di surga, yakni para kudus. Persekutuan ini sangat indah, karena mengungkapkan relasi kasih dan keselamatan berkelanjutan yang tidak pernah putus.

Kesimpulan

Nama baptis adalah nama orang kudus yang disematkan orang tua pada bayinya dengan harapan sang anak bisa meneladani kehidupan orang kudus tersebut.(BRP)