Pentingnya Silaturahmi dalam Islam dan Dalil yang Membahasnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Silaturahmi merupakan budaya yang penting untuk dijalankan umat Muslim sebagai cara untuk menyambung persaudaraan atau persahabatan antar satu orang dengan orang lainnya. Menyambung tali silaturahmi bahkan dianjurkan dalam Islam. Penjelasan mengenai pentingnya silaturahmi dalam Islam dapat Anda simak dalam artikel berikut ini.
Anjuran Menjalin Silaturahmi dalam Islam Lengkap dengan Dalilnya
Menjalin tali silaturahmi merupakan salah satu amalan yang dilakukan dengan tujuan untuk menjalin hubungan kekerabatan antara satu orang dengan orang lainnya, baik dalam status pertemanan atau bahkan hubungan darah sekalipun. Dalam Islam, silaturahmi bahkan dianjurkan untuk diamalkan dan terus dijalin antar kerabat.
Anjuran silaturahmi dibahas secara rinci dalam sebuah hadis dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasulullah menjawab,
تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ
Artinya: “Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Bukhari no. 5983)
Berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari tersebut, kita mengetahui bahwa hukum silaturahmi dalam Islam adalah sangat dianjurkan bahkan diperintahkan dengan sangat. Selain menjalankan perintah dan anjuran Nabi, menjalin silaturahmi rupanya juga memberikan kita keutamaan yang bermanfaat.
Keutamaan silaturahmi dalam Islam dipaparkan dalam buku berjudul Berburu Warisan Nabi Yusuf dan Nabi Sulaiman: Mengintip 10 Kunci Sukses Meraup Kekayaan Sejati ala Para Nabi yang disusun oleh Muhammad Gufron Hidayat, SE. I. (2015: 169).
Dipaparkan dalam buku tersebut bahwa selain melapangkan rezeki dan memperpanjang usia, silaturahmi juga salah satu tanda orang yang beriman kepada Allah. Silaturahmi adalah perwujudan dari keimanan seseorang. Lebih dari itu Allah menjanjikan orang yang silaturahmi dengan surga dan akan dijauhkan dari api neraka.
Selain mendapatkan keutamaan berupa kelapangan rezeki dan juga perwujudan keimanan seseorang, menyambung tali silaturahmi juga dapat mencegah diri kita dari dosa. Hal ini karena memutus silaturahmi adalah perbuatan dosa yang dapat menjerumuskan siapapun yang melakukannya ke dalam neraka. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis dari Abu Bakroh, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا – مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِى الآخِرَةِ – مِثْلُ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ
Artinya: “Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya [di dunia ini] -berikut dosa yang disimpan untuknya [di akhirat]- daripada perbuatan melampaui batas (kezhaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)” (HR. Abu Daud no. 4902, Tirmidzi no. 2511, dan Ibnu Majah no. 4211)
Dengan mengetahui bagaimana hukum menjalin silaturahmi dalam Islam dapat meningkatkan kita betapa pentingnya untuk tetap menjaga hubungan baik dengan semua orang, baik itu teman, sahabat, bahkan saudara. (DAP)
